hai semuanya, ini video hasil gue ngumpulin sampah selama bulan februari. terserah kalian mau bilang gue jorok atau apapun, tapi gue ingin meneliti sesuaikah video yang kemarin di kehidupan gue? and the answer is, yes.
ini produksi sampah gue sebulan. sebenarnya ini yang sudah berusaha gue kurangi. gue selama bulan februari kemarin berusaha sebisa mungkin untuk ga beli makanan kemasan atau plastik atau apapun itu sebagaimana yang gue tonton di video mba lauren. tapi kenyataannya gue tetap ga bisa menghindari semua sampah ini.
ada beberapa yang gue beli di bulan itu, ada juga yang hasil belanja bulan lalu. like, sikat gigi, sampo sachet sisa ke lombok akhir tahun kemarin. termasuk pembalut (sorry ya kalau ada yang merasa iyuh kalau gue bahas ini) yang ga bisa gue hindari setiap bulannya.
ini total sampah gue bulan februari
gue kemarin habis belanja online dan minta kirimkan kunci kosan yang ketinggalan di rumah. masalah kirim mengirim paket bisa jadi permasalahan sampah juga sih.
setelah gue pisah-pisahin as you see di video yang di atas. gue kategorikan lagi sesuai jenis sampahnya.
ini sampah plastik random, ada tube cat akrilik yang sudah habis, bungkus batre, plastik paket, dan bungkus-bungkus lainnya yang gue bahkan lupa itu bekas apa.
kardus/box paket, action cam, masker, keyboard hasil ng-online shop
cuilan kertas dan bekas tisu
bathroom tools. termasuk korek kuping yang batangnya dari plastik
karet gelang bekas bungkus nasi goreng, nasi padang, dan apapun. lupa.
pasokan tenaga dan micin yang berguna di saat lapar menerang. semua wadah makanan dan minuman ini terbuat dari plastik. botol minum yang dibeli karena lupa bawa botol sendiri dan harus minum karena dehidrasi. MI cooy MIE ternikmat sepanjang masa tapi dia paling sampah, ga cuma di tempat sampah tapi juga di badan gue, tapi enak :(
remah-remah kain dan resleting yang rusak
sisa antimo dan label harga dan remah-remah lem dan isolasi
bungkus makanan dari kertas dan kardus
rubber band/ikat rambut yang ga pernah tahan lama
jepit rambut yang patah ga sengaja keinjak
rubber band/ikat rambut yang ga pernah tahan lama
jepit rambut yang patah ga sengaja keinjak
sampah kertas untuk ganjelan paket, struk belanja, atm, paket, bungkus dvd bajakan, dan sticky note dari anak kosan yang habis minjem barang.
hampir lupa. ini ada di plastik kepisah dan ga sempat direkam di video. bekas kerudung yang bolong disetrika. baju yang resletingnya rusak, kaoskaki yang hilang sebelah, sisa kain prakarya.
dan ini yang sudah dipisahkan berdasarkan jenis sampahnya. ada kain, kertas, dan plastik.
dari step ini. gue belajar banyak hal. ternyata banyak ya sampah yang gue produksi setiap harinya. ini aja udah bebisa mungkin ga nyampah. gimana gue yang kemarin-kemarin? yang seenak jidat beli ini itu terus buang gitu aja..
dan bulan ini bawa botol sendiri untuk beli susu murni atau jus buah aja penjualnya pada heran. temen-temen gue protes "ribet amat sih li hidup kamu bawa ini itu kemana-mana?!" dan ga cuma itu aja. banyak banget kesulitannya..
gue tinggal di kosan dan jarang banget masak, kalau beli makanan pasti ada aja dimana harus dibungkus karena ga selalu bisa makan di tempat. entah masalah gengsi atau ngejar waktu biar bisa makan sambil nugas di kamar.
proses ini ga bisa langsung benar-benar berubah. pasti ada masa transisinya. gue masih punya barang-barang yang pakai kemasan yang belum habis. mostly peralatan cewe seperti pembersih muka, pelembab, sunblock dll. dan peralatan mandi seperti botol sampo, sabun, pastagigi, sikat gigi, wadah lulur, dll. termasuk shower puff dan face sponge. yang semuanya masih ada isinya dan ga bisa gue buang gitu aja..
organic tools. gue sempat browsing sikat gigi organik yang dipakai lauren yang terbuat dari bambu. lo tau harga di iondo berapa? 60RIBU=1GAGANG. omaygaaat gila aja gue ngeluarin duit segitu buat sikat gigi? duit aja masih minta ke bapak-ibu, demi amat gue mengorbankan uang makan gue buat segagang sikat gigi yang seharga dua hari jatah gue makan? tas organik, kantong belanja reuseable, dan wadah stanless steel itu masih jarang banget di asia, khususnya Indonesia, karena awareness masalah kayak gini masih sangat rendah..
buying bulk. beli kiloan atau grosiranlah ya intinya ya semacam itu. Indonesia cuma ada pasar yang menyediakan hal-hal semacam ini. such as sayur, buah, bumbu-bumbuan, beras. udah. tepung terigu dan bahan kue gitu juga ga semuanya sedia. rata-rata udah dibungkus persatuan berat. nyari olive oil sama coconut oil aja susah, gimana beli sampo literan dan pake wadah sendiri? megap idung gue (-..-)
lil bit hard for asian people to live a zero waste lifestyle. tapi bukan ga mungkin kedepannya bisa berkembang bulk-store seperti ini. toh masalah pilah-pilih dan daur ulang sampah udah cukup banyak yang aware..
tapi ya gimanapun balik lagi ke kita sih, gimana mau berusaha. toh dengan beberapa tindakan aja sudah berdampak positif buat lingkungan. siapa tau kedepannya kita jadi pioneer hal-hal yang ga ada di Indonesia, ga menutup kemungkinan untuk bisa berkembang se asia. toh?
ini baru step 1.
gue masih tahap menjalani step 2 dan 3. pasti akan gue post disini kok
theen.. see you on the next post
;)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar