3.15.2017

i quit from social media

6 TED Talks That Will Change the Way You Look at Your Phone 


coba buka link di judul di atas dan tonton satu-satu.. hehe
from all of those videos.. i learn about something. no. i learn about many things..
betapa selama ini hidup gue telah diambil alih oleh sosial media.i write all of my thoughts randomly maybe, but i hope you all understand what i really mean.gue dulu tinggal di asrama yang tidak diperbolehkan untuk membawa telpon selular, hanya laptop, itupun dengan internet terbatas. but, still i don’t have any laptop. karena bapak tidak membelikan dan aku juga merasa tidak begitu membutuhkan, lab komputer masih bisa dimanfaatkan dengan baik. toh jarak asrama dan lab.kom ga ada satu kilo meter.
ketika lulus, i don’t have any smartphone. masih nokia 6030, peninggalan jaman smp dulu. bermodalkan hp itu kehidupan sebenarnya biasa saja, tapi mulai bermasalah ketika semua orang berkomunikasi menggunakan line, aplikasi chating, dan semua informasi kuliah diberitakan lewat facebook.
dari sini, mulailah aga ketergantungan dengan teman-teman, harus bertanya info apa aja, ada tugas baru atau engga, atau apapun itu tentang kegiatan kampus.. akhirnya bermodalkan uang tunjangan hari raya yang ga seberapa, mulailah menabung, demi sebuah smartphone. karena mungkin orang tua juga kasihan dan melihat sepertinya perlu, maka ditomboklah uang tabungan dan belilah sebuah smartphone kecil yang sesuai budget. samsung galaxy pocket.
namanya aplikasi, ya ada ada yang baru, ada yang lebih seru, memori terbatas, mau ga mau dipaksa untuk upgrade, karena udah ga bisa digunakan lagi, lemot parah.bingung, mau beli lagi tapi ga ada pemasukan, akhirnya dengan asas kepepet, ikutlah lomba fotografi, alhamdulillah menang, lumayan buat nambah tabungan beli hp baru. ya seperti sebelumnya, ditombokin juga, hasil nabung, menang lomba, dan tuker tambah, dapatlah zenfone 4. 
walaupun harus diikhlaskan karena dicopet. tapi keberadaan smartphone sudah jadi essential. tinggal pergaulan juga diukur dengan seberapa aktif kita di dunia maya. lebih-lebih sekarang..
“si ini kemana ya ko ga masuk sih”
“kan lagi ke sana”
“ko lo tau?”
“dari insta story”

“si itu kenapa putus deh sama pacarnya?”
“hah? emang putus? gue aja gatau kalau dia pacaran”
“ah lo mah kudet, gue liat status-statusnya di line, terus suka ngelike yang galau galau gitu, di instagramnya juga udah dihapusin gitu foto-foto sama pacarnya”
see??
sebegitu mudahnya kehidupan kita diketahui orang lain lewat sosial media.
“iih kok like gue dikit sih.. sini-sini pinjem hp lo, biar nambah like gue, nanti gantian ya”
“eh kok lo belum follow gue sih.. parah.. gue unfoll lo juga ya.. hahaha”
kan??
betapa pertemanan di sosial media jadi pemicu sahit hati yang berujung pada truly-unfollowing each other. awalnya di sosmed, berlanjut ke real life
“ah dia mah sombong ga follow gue”
sebegitu mudahnya orang judging other people through social media, padahal ya hak orang kan untuk follow atau ga follow, ga ada urusannya sengan sombong atau ramah, toh dikehidupan nyata masih tegur sapa kok? masih baik-baik aja.terus, 
sekarang seberapa sering ngecek sosmed. gue sendiri aja panik kalau ada notif ga langsung gue buka
“takut penting”
padahal notif like dari instagram doang.kecemasan berlebih yang gue rasakan dari penggunaan sosmed ini. cemas ketika gue ga tau kegiatan temen-temen gue, cemas dan takut ketinggalan info terbaru yang akhirnya bela-belain scrolling timeline sampe batas terakhir lihat. cemas juga kalau harus jauh dari tempat yang ga ada jaringan internet. kemana-mana cari wifi, teathering, 
hasrat untuk bisa mengabadikan kejadian saat itu dan berharap seluruh teman dan semua orang (followers) kita tau akan apa yang kita lakukan.iri sama apa yang orang lain tampilkan di dunia maya, konsumtif, semua hal ingin debeli dan dimiliki demi ketenaran dan dianggap hits. orang jalan-jalan kesana, jadi mau. orang punya ini, pengen juga, orang makan syalala, ngiler mupeng..dan ketika semua itu ga bisa gue dapet, gue kesal, emosi, questioning, why i can’t be like them. semua yang gue punya kurang, semua yang gue lakukan ga pernah ada puasnya, semua harus seperti orang lain, bahkan gue harus bisa lebih dari orang lain..
lo harus tau seberapa besar effort gue membuat feed instagram gue aesthetic? seberapa sering gue harus compare sama akun-akun aesthetic lainnya? seberapa banyak akun yang gue follow sehingga gue bisa se-nyeni mereka? bahkan setiap jalan-jalan gue sibuk dengan kamera dan sebisa mungkin harus dapet foto bagus buat stock feed instagram..
agak sedikit menyiksa ketika hobi foto grafi dijadikan suatu hal yang harus dinilai dari komen dan like.
enough with all of it..
gue seharian buka dan melihat-lihat semua sosial media gue. mulai dari facebook, twitter, ask.fm, soundcloud, path, tumblr, line, instagram.. gue lihat dan cermati.. ternyata semuanya ga ada yang important and necessary in my life gitu.. walaupun ada keraguan untuk deactivate account, well akhirnya hanya dihapusi satu persatu status yang sekiranya ga penting.
ditambah niat gue berhijrah, gue ga mau apa yang gue posting memberatkan gue nanti diakhirat.. segala yang masih buka aurat atau gimana.. bahkan yang ga ada hubungannya sama agama dan alay-alay gue hapus.. ternyata malu juga gue pernah bikin status kek gini, atau foto-foto begitu..
akun-akun masih ada tapi beberapa gue hapus yang sekiranya ga begitu penting, like ask.fm, path, soundcloud, about.me..
dan toh gue masih hidup. ahahaha
makin kesini makin berpikir lagi, beberapa akun udah dihapus, sisanya tinggal twitter, fb dan instagram. hasrat untuk ngepo masih besar, dan status yang tertinggal juga cuma tentang awareness lingkungan hidup wwf dan greenpeace. tapi, gunanya ditinggalin status yang seperti itu buat apa? biar orang tau kalau gue dulu aktif sebagai enviromentalist? toh sekarang juga masih dengan segala kebiasaan gue, belanja tanpa plastik, naik angkutan unum or jalan kaki, matikan lampu dan listrik, ga bakar-bakar, ya kalau gue bisa lakukan dengan aksi nyata ngapain gue harus pencitraan?
well, akhirnya gue hapus semua status dan foto di fb, dan twitter pun deactivate. tinggal sisa insta dan tumblr. theen..gue mikir lagi, soweiso tumblr juga bisa kok dimasukin foto, kenapa harus pake insta segala kalau emang niat gue manyalurkan hobi dan sebagai portfolio gue?
sumpah insta itu banyak banget godaannya, yang ngepoin story lah, ikutan live story, dari satu akun aja bisa lihat kemana-mana lewat tag. belum explore. timeline. akun online shop. belum kalau lihat akun selebgram yang endorse barang lucu-lucu.. hfffttt -______-
fix. gue hapus juga instagram.
secara teori di video the minimalist, emang ga harus benar-benar meninggalkan semuanya, dan jadi ga update? ambil dan pilih secukupnya, apa yang dibutuhkan apa yang engga. toh Rasulullah ﷺ juga mengajarkan kita untuk hidup sederhana, ambil seperlunya, tinggalkan yang ga penting ambil yang bermanfaat. kan?
bahkan akhlak seperti itu sudah diterapkan dari kebiasaan kecil seperti makan secukupnya. tapi tetep aja gue harus ada momentum dulu biar bisa sadar dan memahami apa yang gue pelajari. 
line, gue juga merasa banyak  banget hal yang ga penting gue terima dari line today dan timeline. ada sih, tapi kan dari 100% isi timeline hanya 5% isinya yang bermanfaat, itupun kalau follow akun yang bermanfaat -_-, kalau isinya lelucon-lelucon ga jelas? bully orang lewat fisik? agama dijadiin bercandaan? walaupun kita tetep ketawa karena relate sama kehidupan sehari-hari tapi wasting time banget ga sih untuk lihat yang seperti itu? walaupun kita ga follow nih, tetep aja temen kita kan kalau ngelike dan ga di turn off notificationnya muncul-muncul juga di timeline, mana line today ga bisa di hide. ketimbang harus nge block orang-orang dan bikin tersinggung ya mending take over ke line-lite. emang resikonya ga bisa di line call, kan masih ada wa toh? ada no hp juga, kan itu fungsinya no hp, toh kalau emang urgent atau lagi emang kontakan sebelumnya kan InsyaAllah pasti bales, kan lagi aktif juga..
well.. sekarang emang lagi manfaatin banget site tumblr ini sih.. ih kok lo ansos sih li? hahaha.. emang dasarnya saya anaknya ansos.. semua orang punya hak kan , to do what they want to do and they believe is right?
kalau dengan plug off from social media is the only way to reduce dosa jariyah, kenapa ga dilakukan, lumayan toh?
selain itu gue juga mau mengurangi faktor apa aja yang harus gue pikirkan setiap harinya. less we have, less we have to think about.

3.14.2017

fenomena angkot bandung

mungkin postingan kali ini bakal panjang banget, tapi gapapa ya.. kan beropini. hari ini, hari ke empat semenjak adanya aksi demo yang kontroversial banget di Bandung. Demo supir angkot atas masalah pendapatan mereka yang berkurang akibat adanya angkutan berbasis online.

gue cerita pengalaman gue aja dulu tepat di hari itu. hari kamis pagi, gue niat mau ngerjain tugas akhir di TAHURA (Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda), buset jauh amat ngerjain sampe hutan? gue pengen merasakan suasana yang berbeda selain di kosan coy, bosen parah banget.. kan enak ya di taman hutan, dengar suara burung, sambil main ayunan, suasananya adem~ tenang~ da naik gojek juga cuma 5000. naik angkot juga sama sih, cuma harus jalan lagi dari batas akhir angkot ke gerbang utamanya, cuma 500 meter sih, tapi naik angkotnya pulangnya ajalah, berangkatnya naik gojek, malas jalan menanjak..

udah siap semua dengan masker dan jaket gunung andalan (takut hujan, payung hilang soalnya belum beli lagi, mumpung waterproof lumayan melindungi, seenggaknya bisa lari sampai tempat neduh, njut) eeeh.. ditungguin ga ada-ada, sampai duakali batas waktu nyari juga ga ada driver yang accept.. ih pada ga mau kali ya pake go-pay? atau pada ga mau ke tahura? ah perasaan ga sejauh ke sitinggil (cafe langganan di dago giri sana)? ah yasudahlah ke balkot aja, kan lumayan banyak pohon, walaupun banyak suara mobil-motor seliweran dan tetep weeh berpolusi, yang penting mau ngerjain ini cinTA di ruang terbuka. Maulah ini ada abang gojek satu nganterin gue ke balkot, baliknya gue mau nyoba jalan kaki di trotoar baru jadi.. semoga pas gue balik ga hujan aja sih.

ngeeng~ sampailah di balkot. dari jam 10 pagi, nulis-nulis-nulis.. eh udah jam 4 sore aja. mana laper pula, udah agak mendung juga, makan di ganyang enak nih keknya nasi goreng keju toping cumi dan udang goreng tepung saus manis pedas.. nnnyaam~   jalan nih ya gue, 2,5km deket laah.. abis makan di ganyang solat di salman. ih manthap sudaah..

sepanjang jalan gue seneng banget. sumpah namanya jalan raya itu kosong, ga rame kayak biasanya, macet paling di lampu merah tok, dan gue bertanya-tanya, kok yang jalan kaki lumayan rame ya? karena biasanya kalau gue jalan kaki jauh itu cuma gue doang di sepanjang trotoar yang lebar-lebar hadiah kang Emil buat warga bandung ini. ada apaan ya?

warung nasgor keju hilang!! gue kesel, karena udah bolak balik menyusuri gelap nyawang ga ketemu!! yasudah gue cari makanan lain. akhirnya gue menemukan gado-gado. okelah ini aja. bahkan sampai gue selesai makan pun, gue masih ga sadar kalau di hari ini ada demo besar-besaran sampai si abang gado-gado bilang

"neng pulang naik apa?"
"jalan kaki aja mas deket kok"
"oh.. kasihan nih yang jauh-jauh dari tadi pada ga bisa pulang"
"lhaa? kenapa mas?"
"kan demo angkot neng, demoin gojek gitu, jadi gojek juga pada gamau ambil orderan katanya"

ZONK!! kok gue merasa bodoh dan ansos-gila-parah-abizz ya? ada demo aja gue GATAU-SAMA-SEKALI. pantesan jalanan sepi dan trotoar rame ._.

setelah sampai kosan, akhirnya gue browsing.. engga sih gue tidur.

hari sabtu, gue diskusi sama ka ulya dan risa, sambil wisata heritage jalan kaki (lagi) dari braga sampai kalipah apo. nyoba eskrim sumber hidangan, naik menara masjid agung, makan lomie 61 kalipah apo. diskusi masalah kenyamanan thermal buat proposal tesis ka ulya, masalah wisata heritage bandung, bahas sejarah bandung, termasuk demo kemarin..

... saat ini terdapat 5.521 angkot dan 2.000 taksi dari sembilan perusahaan. Sekitar 50 persennya mesti berhenti beroperasi. Salah satunya karena menjamurnya moda transportasi berbasis online.

"50 persen tersebut tidak jalan karena situasi angkutan lagi tidak benar. Selain transportasi berbasis online, banyaknya motor dan kendaraan pribadi," ...

mudahnya ambil kredit motor, bertambahnya armada bus dan bus sekolah di bandung, para pemilik kendaraan pribadi dan rental mobil yang melihat kesempatan besar ini dan ikut terjun menjadi moda transportasi bersaing dengan angkot.. membuat penghasilan mereka turun hingga 70%.. permasalahan utamanya adalah mereka, para supir angkot ini, merasa dirugikan dengan adanya moda transportasi dengan sistem yang lebih anyar.

menurut permenhub nomor 32 tahun 2016, ojek dan taksi online yang tersebar saat ini termasuk dalam 'angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek' dimana keberadaan mereka sebenarnya tidak bisa dianggap resmi atau ilegal. karena mereka bahkan ga pakai plat nomor khusus angkutan umum, plat kuning dengan tulisan hitam, dan hanya di jakarta yang menggunakan atribut kantor, seperti jaket dan helm yang bertuliskan nama perusahaan (uber/grab/gojek), kalau taksi online pun ga akan ketahuan yang mana, karena mereka ga ada atribut khusus sebagai penanda mereka dibina oleh satu perusahaan angkutan. trayek pun ga ada aturannya, maksudnya ga ada rute khusus atau resmi untuk semua moda transportasi online ini. tapi kalau untuk masalah tarif memang sudah sesuai, ga boleh lebih murah dari angkutan yang resmi dan memang kenyataannya ga lebih murah juga sih, jatuhnya sama aja, bedanya hanya benar-benar antar-jemput pintu ke pintu.

secara ke legalan memang tidak memenuhi, pun dengan penetapan pajak untuk angkutan online ini masih menggantung. walaupun menurut salah satu driver mereka tetap membayar pajak atau tetap dapat potongan untuk diberikan pada perusahaan (uber/grab)tapi kalau secara asas dan tujuan di UU RI nomor 22 tahun 2009 BAB II pasal 2 dan 3, moda transportasi online memang hampir memenuhi semuanya. utamanya 'etika berlalu lintas dan budaya bangsa'..

agak pusing ya kalau udah bahas UU atau Peraturan Pemerintah lainnya.. oke lanjut aja dulu ke fakta yang terjadi di bandung kemarin yang menurut gue ini hal paling menakutkan kalau gue jadi salah satu orang yang ada di mobil ini



yang ga bisa gue ngerti adalah kenapa sih harus seanarkis ini? kenapa ga ditanya dulu? kenapa ga bisa secara baik-baik? dan kenapa giliran sudah hancur baru berhenti? kenapa harus menjadikan orang yang ga bersalah sebagai korban? kenapa mereka ga bisa berpikir jernih? kenapa mereka bisa sejahat ini?

ini keluarga yang ga bersalah, mereka hanya lewat dan berniat menjemput salah satu anggota keluarganya di kota lain. untungnya pak walikota langsung bertindak.


dan hasil pertemuan antara Dishub Jabar dan Dishub Kota Bandung, Polda Jabar serta Aliansi Moda Transportasi Umum Jabar, menurut tuturan Kabid Angkutan dan Terminal Dishub Kota Bandung, Yosep Heryansyah, bahwa ada dua poin kesepakatan.

Pertama, bakal menindak lanjuti tuntutan pembatalan atau pencabutan Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tentang penyelengaaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek khususnya yang mengatur operasional taksi online melalui surat resmi kepada Kementerian Perhubungan. 
Kedua, Aliansi Moda Transportasi Jabar akan membantu dan bekerjasama dalam memberikan informasi terkait penertiban angkutan umum ilegal dan akan ditindaklanjuti oleh aparat
 entahlah ini akan berujung pada pelarangan beroperasi atau diadakannya UU khusus yang mengatur keberadaan angkutan umum online ini, masih belum bisa ditebak.

tapi menurut gue, keberadaan ojek dan taksi online ini lebih karena masyarakat lebih merasakan banyak manfaatnya. yang gue rasakan sendiri aja deh ya.. ga hanya yang online-online tapi juga yang sudah dikelola pemerintah dengan baik (bus atau damri, yang ada di bandung aja deh)

1. gue tau pasti berapa banyak uang yang harus gue keluarkan. dengan jarak tempuh sekian, gue harus mengeluarkan duit sekian itu jelas. ga ada lagi tiba-tiba ditodong lagi atau di-klaksonin dari jauh karena menurut abangnya kurang tapi biasanya emang segitu. kan malu.. atau ga ada lagi tawar-menawar harga yang ga ramah kantong. pernah ga sih kalian ngerasa kalau sering banget dimanfaatkan karena kalian perantau terus dimahalin, atau diputer-puter biar kerasa jauh terus biasanya 10.000 jebreet aja jadi 20.000/30.000. atau memanfaatkan hal-hal lainnya, misalnya pulang malem udah ga ada angkutan lagi selain ojek/taksi/angkot itu, karena kita kelihatan butuh banget terus dimahalin.. semuanya udah paten, jelas, konkret, kalau dari tempat'a' ke tempat 'b' ya segitu. tet. mau malem kek, mau siang, mau rame atau sepi, mau dibawa muter-muter jawa barat dulu juga tetep aja segitu kita bakal bayarnya..

2. waktu. kerasa ga sih? seringnya kita was-was takut telat karena harus nunggu angkot ngetem? belum kalau ketemu temennya terus ngobrol ditengah jalan, atau tiba-tiba melipir ke pombensin tanpa sepik-sepik ijin ke penumpang.. taksi juga.. udah ketar-ketir karena macet, eh malah jalannya dilama-lamain atau diputer lewat jalan lain yang lebih jauh..

3. keamanan dan kenyamanan. sering banget sebelum ada ojek online, harus masuk jalan tikus biar ga usah pake helm dan ketauan polisi. atau sekalipun di jalan raya berasa di sirkuit moto gp, entah itu karena takut ketauan polisi karena ga pake helm, atau sekalipun pake helm emang dasar abangnya aja pengen kebut-kebutan. ugal-ugalan.. ga cuma ojek, angkot juga sama, selain dari faktor luar angkot, like pencopet dengan segala keahlian mereka, supirnya juga banyak banget yang ugal-ugalan, naik kapal legundi 24jam aja kerasa lebih tenang ketimbang ngangkot. naik angkot 2jam dari leuwi panjang ke kopo rasanya udah mabok kek naik pesawat ulang alik, gas-rem-gas-rem-gas-rem.. belum kalau abangnya emosinya labil, misalnya disalip sama angkot trayek lain atau bahkan yang trayeknya sama, penumpang yang ga salah apa-apa aja jadi kena dampratnya, entah si mobil berubah jadi CTR (yang mainan ps1 taulah pasti game ini wkwk) atau tiba-tiba ongkosnya naik (???) lha salah gua apa coy?!

dari tiga poin ini aja deh, jelas jelas gue lebih milih ojek online lah, mereka berlaku ga sopan atau ga sesuai kan gue tau kemana gue harus mengadukan mereka. lha angkot sama ojek? ngadu kesiapa?
damri bandung juga sekarang enak banget, cuma kurang menjamah seluruh bagian kota aja, karena masih ada angkot kan.. tapi kalau damri rutenya diperbanyak, gue yakin sih bakal banyak yang pilih damri. meskipun jauh deket harganya sama, rugi kalau deket, tapi gapapa yang penting jelas gitu, dari tiga poin diatas juga damri itu mau penuh atau ga penuh, sepuluh menit sekali pasti berangkat, masalahnya paling kalau macet aja..

satu lagi sih minusnya angkot. parkir-ngetem-naik turunin penumpang itu semena-mena, kaga peduli kendaraan di belakangnya atau di sekitarnya.. ga jarang angkot jadi biang masalah kemacetan..




(annoying sama suara reporter di video ke dua ga sih? wkwkwk) bener kan dari dua liputan diatas..
sebenarnya ga masalah dengan ojek konvensional selama kita selaku masyarakat mendapatkan apa yang sudah tertera di asas dan tujuan angkutan umum du UU no.22 tahun 2009. selama pelayanannya bagus, jaminan waktu, keamanan, kenyamanan, dan harga yang sesuai. toh selama ini juga ga semuanya ojek dan angkot ga baik kinerjanya, kadang gue nemu yang benar-benar jujur dan tulus sebagai angkot dan ojek, sayangnya jumlahnya sangat sedikit dan jarang ditemukan.. lebih banyak yang 'nakal' dan itu sudah jadi semacam stereotype untuk angkot dan ojek konvensional..

kalaupun ojek dan angkot konvensional merasa dirugikan, sebenarnya ojek dan taksi online ini juga bukan berarti ga ada masalah dan selalu diuntungkan.. banyak juga masalah dan hambatannya.. contohnya video ini


sekarang tinggal gimana masing-masing individu menanggapi masalah ini sih.. yang punya mobil dan motor pribadi, yang driver ojek atau taksi online, angkot-taksi-ojek konvensional, dan masyarakat.. semuanya harus bisa mawas diri, introspeksi.. dan sama-sama cari solusi dan berkontribusi demi terciptanya lingkungan yang harmoni.. eeaaa~

udah lebih baik jalan kaki atau naik sepedah.. ga pake polusi.. ramah lingkungan.. ramah tetangga~ sehat pula..

see you on the next post ;)

3.13.2017

zero waste tools




"ada tiga cara mudah untuk memulai gaya hidup ini : 1. kamu harus tau sampah apa saja yang kamu buang setiap harinya. kumpulkan atau catat sesuai klasifikasinya. 2. gunakan peralatan yang bisa digunakan kembali. seperti tas belanja, botol minum, gelas, tempat dan wadah makanan setiap kali akan membeli makanan dan minuman diluar atau lebih baik bawa sendiri dari rumah. 3. D.I.Y, membuat produkmu sendiri."

haii.. kita balik lagi ke gaya hidup tanpa sampah.


menjalankan step kedua ini, cukup sulit gaes. karena selama ini gue ga punya yang namanya botol minum, tempat makan. jadi aga mengeluarkan modal sih bulan ini untuk beli alat bekal. tapi semoga bisa langgeng dan membantu step 2 ini :')

inilah barang-barang yang aku pakai untuk mendukung proses ini





ga sanggup sih kalau semuanya harus betul-betul lepas dari plastik dan semua yang berbahan plastik harus dibuang gitu aja. teko air dan toples misalnya, kan masih berguna banget, and you know laah budget anak kosan yang masih disokong emak-bapak





and that's all of my starter zero waste tools..
walaupun sudah ada tools-nya, tapi tetap aja aku masih ada sampah yang masuk ke rubbish-box bulan maret ini. untuk postingan berikutnya mungkin tentang "emptying" dan pilah-pilih sampah 2.0, sebelum mulai step 3 = D.I.Y

see you on the next post
;)

3.08.2017

tidying journey 4 - this is the trash and conclusion




ini dia hasil decluttering dalam proses konmari kemarin..




ga termasuk detergen ya, itu kefoto padahal mau dipakai nyuci -..-

kesimpulannya adalah

1. i've tried to bought things based on what i need not what i want, tapi kenyataannya masih banyak hal yang ku beli ini ga benar-benar kubutuhkan. hanya karena lapar mata dan disuruh teman beli karena bagus ._. self-control-nya buruk memang anaknya. tips: jangan belanja saat lagi lapar

2. ternyata semua barang yang ada di kosan ini kebanyakan barang yang ga penting tapi 'sayang' untuk dibuang. padahal dibuang nanti-nanti juga sama aja tetap akan jadi sampah.

3. appreciate things that you have. memang iya sih, apa yang aku punya sekarang benar-benar apa yang akan aku gunakan dan aku hargai. ga hanya akan jadi just-in-case things..

4. define who you really are. ya kerasa kan kalau barang lebih sedikit, lebih terpelihara, lebih care sama barang yang kita punya, lebih gampang beberesnya. kita apik dengan barang kita, kita peduli sama barang kita, kita terlihat rapih dan bersih. walaupun aku tetep ga rapih-rapih amat sih. setidaknya dengan mengumpulkan barang sesuai kategori kita jadi terbiasa untuk menata segala sesuatu sesuai dengan keperluannya.. dan jadi ketahuan style kita apa sih sebenarnya? dan kalau beli sesuatu nanti pasti kita pikir-pikir dulu, ini berguna ga sih? sesuai sama style aku ga sih? perlu banget ga? 'spark joy' atau biasa aja?

5. bersyukur dengan apa yang dimiliki dan memanfaatkan lebih baik apa yang aku punya.


bagi kalian yang mau mulai konmari method ini bisa kok walaupun ga punya bukunya. aku juga belum beli bukunya tapi dengan lihat channel youtube dan buka internet aja sudah mencukupi.. tapi kalau kalian merasa butuh beli bukunya dulu ya silahkan.. bagi yang butuh referensi channel youtube tentang konmari method ini aku sarankan buka channel ini


happy tidying..
see you on the next post ;)

3.07.2017

tidying journey 3 - electronic and komono (こもの)



lanjut aja ya.. tadinya mau dimasukkan di post book-and-paper, tapi nanti kebanyakan. hmm.. apa dulu ya, barang elektronik dulu aja kali ya, dikit soalnya. ya namanya juga anak kosan..

cuma segini, sisanya komputer dan kamera yang dipakai buat fotoin ini ._.


dan teko ini sebenarnya sudah rusak, tapi masih aja disimpan coba. jadi cuma teko ini yang di cut..





okhaaay.. lanjut ke komono, yang artinya aksesoris


ini semua perentilan yang ada di meja belajar. termasuk make-up, ukulele, dan action camera.





gelang, kalung dan semua barang hadiah dari teman termasuk plat kuningan brand tas yang aku produksi untuk mata kuliah kewirausahaan, masuk kedalam memori jar.



ini yang berhasil di rapihkan lagi. ga mengurangi banyak, soalnya masih banyak yang dibutuhkan dan masih bisa dipakai. mungkin akhir bulan akan di update lagi untuk komono. soalnya ada proyak zero waste juga untuk decluttering barang-barang kemasan plastik..


ini hasilnya..

semua barang komono gadget masuk dalam toples pink kecil, semua alat tulis masuk ke satu jar juga. karena aku bukan orang yang peduli akan make-up, jadi cuma punya sabun muka, bedak, lipstik, sunblock untuk renang, dan facial spray yang itupun dipaksa sama temen dulu baru beli biar mukanya segar bercahaya (katanya), karena mehong jadi ga akan aku buang, ku habiskan saja. kotak kacamata renang itu sebenarnya mau dibuang, tapi ku masih optimis kacamatanya masih ada di kolam diving lumbung cottage. nanti kalau kesana lagi ku cari lagi, semoga masih disimpan sama mas-mas yang bersihin kolam. btw lumbung cottage ini punya om ku yang dikelola sama sepupuku, jadi masih bisa berharap dicarikan dan disimpan lah ya.. kalau ga ada pun yasudah nanti beli lagi kacamatanya kan tempatnya masih bisa dipakai toh?

udah ah ini aja dulu..


lumayan rapih lah ya..

see you on the next post ;)

3.06.2017

tidying journey 2 - books and papers



hari ini saatnya untuk konmari. setelah beberapa hari sok-sibuk dengan hal lainnya. sebenarnya beberapa  buku dan kertas sudah melalui tahap decluttering bulan januari lalu. tapi ternyata setelah dilakukan lagi dengan konsep 'spark joy', masih ada aja yang harus disisihkan,.



seperti biasa, kumpulkan semua kategori dalan satu area.


jurnal tugas jaman tpb


benang pertama mulai belajar rajut, gambar sawah belakang rumah


entah tulisan apa-apalah ini


 hahaha itu tulisan pas bikin buku jurnal handmade, tapi bukan yang di atas tadi, itu mual dan beneran pingsan beberapa hari setelah itu karena ususku luka lagi. majalah dan map tentang lombok, jaman masih ngotot mau ambil judul TA tentang pariwisata.


al-ma'tsurat, buku belajar solat dan doa sehari-hari mah ga akan dibuanglaah.. mini tourism guide bali dan lombok buat jalan-jalan nanti, entah kapan, masih dibutuhkan untuk pedoman liburan. mungkin setelah wisuda nanti.. aamiiin..





buku-buku dan paper-paper ini yang akan tetap disimpan karena masih dibutuhkan dan masih sering dibaca. termasuk map untuk keperluan kuliah dan tugas.


lumayan banyak yang tersisihkan tapi ku kumpulkan nanti saja di postingan yang lain.. untuk sementara ini dulu aja..

see you on the next post
;)

3.03.2017

proyek tempat sampah laut





entah kenapa gue suka banget sama laut. padahal ga ada yang nanya ._. bukan gitu.
ga ada hubungannya sama topik hari ini. ada sih. dikit.

hari ini gue buka facebook (yang ga ada apa-apanya itu) buat lihat akun jurusan, katanya ada info penting.. okelah gue buka. ga mungkin ga liat timeline doong.. scrolling-scrolling~ ketemulah postingan akun DEZEEN tentang ini.


 
mind blowing banget ini idenya.. background nya desain produk sih, wajar.. tapi ide nya epic coy.. sementara orang lain bikin laut jadi tempat sampah, mereka bikin tempat sampah laut. yang orang buang semena-mena ke laut, mereka ambil lagi. bener sih, kan laut bukan tempat sampah. laut itu tempat ikan sama kita berenang.

udah gitu ajah.