(Disclaimer : postingan ini opini. bukan berita)
udah jalan 4 bulan gue sign out from sosmed. selama 3 bulan kebelakang gue bener-bener 'apatis' sama semua kejadian yang diberitakan di media manapun, kecuali ada yang ngasih tau terus gue bener-bener cari sendiri beritanya. seperti kejadian demo angkot bandung kemarin. sisanya? ga ada. bahkan tanggal pilkada aja gue gatau, calonnya dan yang menang siapa aja dan ada di daerah mana aja, gue bener-bener gatau. parah sih ini jangan ditiru wkwk.
laluu.. awal bulan ini gue install line yang biasa lagi bukan yang lite yang selama ini gue pake. jadi sekarang gue bisa baca line today dan terpapar info sebar-sebaran di timeline. boom! sumpah baru sadar kalau semua yang ada di berita-berita itu kebanyakan sampah.
'lima cewe tercantik di dunia"
"tanda cowo ga suka sama kamu"
"manfaat menggosok hidung dengan sikat gigi"
"koleksi tas artis ini, ada yang seharga mobil!"
"artis x dan artis y bertengkar lagi"
kayaknya berita yang beneran berita kurang dari 1/10 total keseluruhan berita yang ada. dan gue bingung masih ada aja gitu yang baca, komen-komen, share, bahkan kasih rating komentar terbaik. deemm.. terus berita yang seperti ini bermanfaat apa di kehidupan coba?
karena gue kesel dengan artikel-artikel sampah cem gini, sebagai warganet (netizen) yang baik gue research lagi. apa ya bahasa bakunya. hm.. mencari informasi lebih dalam mengenai hal yang saya risaukan ini. weheew manthap!
setelah berpuluh-puluh tab yang gue buka hari ini, yang gue dapatkan adalaaaah..

gambar : https://www.facebook.com/LINE.Indo/
banner ini ga sepenuhnya betul dan ga salah juga. kurang tepat aja mungkin kalau hanya pakai kata 'berita'. kenapa? coba kita belajar apa itu berita sebenarnya..
Apakah News (berita)?
News atau berita adalah bentuk tulisan non fiksi berdasarkan sebuah peristiwa faktual, yang lazim disebut sebagai stright news (berita lempang atau berita langsung). Namun, tidak semua peristiwa layak dilaporkan (diberitakan). Ada nilai berita (news values) yang menjadi parameter apakah sebuah peristiwa layak diberitakan atau tidak. Berikut parameter-parameter yang dijadikan ukuran kelayakan sebuah peristiwa dapat diberitakan atau tidak.
1. Magnitude : Seberapa luas pengaruh suatu peristiwa bagi publik atau masyarakat luas. Misal, kenaikan harga BBM.
2. Significance : Seberapa penting arti suatu peristiwa bagi publik. Misal, wabah penyakit.
3. Actuality/Timeliness : Singkat aktualitas suatu peristiwa, baru saja terjadi. Misal, peristiwa semenit, sejam, atau maksimal sehari yang lalu.
4. Proximity : Kedekatan secara geografis dan psikologi. Misal, banjir di Bandung menarik bagi warga Bandung
.5. Prominence : Ketokohan, public figure. Artis cerai jadi berita, tetangga sebelah cerai dicuekin.
6. Dampak (impact) : Semakna dengan nomor 1 dan 2.
7. Konflik : Peristiwa ketegangan, perang, selalu menarik.
8. Human Interest : Menyentuh perasaan kemanusiaan publik, misalnya perbudakan dan penganiayaan.
9. Keanehan (Unusualness) : Hal yang unik, tidak lazim.
10. BPM (Besar, Penting, dan Menarik) : Seberapa besar peristiwa berdampak, seberapa penting bagi masyarakat secara umum, dan apakah menarik perhatian publik
.Perbedaaan Berbagai Bentuk Tulisan Dalam Media Massa
Artikel dan News
Pada umumnya masyarakat menyebut semua bentuk tulisan di media adalah artikel. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar antara bentuk-bentuk tulisan yang biasa kita ditemui di media. Berikut pengertian mengenai artikel dan beberapa bentuk tulisan lain di media massa, seperti news, esai, feature, opini, dan lainnya, sehingga dapat dilihat perbedaannya.
Artikel
Dalam dunia jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk tulisan non fiksi, yaitu berdasarkan data dan fakta, serta diberi sedikit analisis dan pendapat oleh penulisnya. Biasanya, artikel hanya menyangkut satu pokok permasalahan, dengan sudut pandang hanya dari satu disiplin ilmu. Teknik yang digunakan umumnya deduktif – induktif atau sebaliknya. Artikel paling mudah ditulis dengan metode induksi atau deduksi. Dalam metode induksi, penulis berangkat dari sebuah contoh khusus, misalnya kasus korupsi untuk membuat kesimpulan yang bersifat umum tentang fenomena korupsi yang terjadi. Dalam metode deduksi, penulis menggunakan cara kebalikan dari induksi, yakni menggunakan sebuah gejala umum untuk membuat kesimpulan terhadap contoh khusus. Misalnya, amburadulnya pengaturan lalulintas di suatu tempat, lalu gejala umum tersebut digunakan untuk menyimpulkan bahwa kecelakaan lalulintas merupakan akibat dari amburadulnya pengaturan lalu lintas.
Beda artikel dengan interpretative news.
Interpretative news juga merupakan salah satu bentuk tulisan non fiksi yang diberi opini oleh penulisnya. Namun, jika sebuah artikel sudah bisa ditulis hanya dengan bahan data dan fakta, maka interpretative news harus berdasarkan peristiwa faktual. Artikel bisa ditulis oleh siapa saja, tapi interpretative news biasanya hanya ditulis oleh intern perusahaan media, seperti wartawan atau redaktur.
Perbedaan artikel dengan opini dan kolom.
Dalam dunia jurnalistik, opini dibedakan dengan artikel, karena dalam opini pendapat pribadi penulis lebih diutamakan. Sementara dalam artikel, pendapat pribadi penulis biasanya dikemukanan dalam bentuk analisis atau data dan fakta tandingan, yang berbeda dengan data dan fakta yang dijadikan bahan tulisan. Dengan adanya analisis serta data dan fakta tandingan itu, pembaca artikel diharapkan bisa mengambil kesimpulan sendiri. Kolom adalah ruang atau rubrik tetap yang diberikan kepada penulis dalam bentuk artikel, opini, esai atau tulisan lainnya.
Beda artikel dengan esai
Dalam dunia jurnalistik, esai merupakan bentuk tulisan yang paling sulit. Meskipun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) esai hanya disebut sebagai karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulisnya. KBBI memang mewakili pendapat umum masyarakat yang menganggap esai sama dengan artikel, opini dan kolom. Padahal esai merupakan artikel yang dalam menganalisis, si penulis mengambil angle dari beberapa disiplin ilmu, dengan subyektifitas yang khas dari penulisnya. Penulis esai yang baik, dituntut untuk memiliki minat serta pengetahuan yang luas, dengan kepribadian yang khas.
Tentang Feature
Feature dalam kamus-kamus bahasa Inggris diartikan sebagai tulisan khas (dengan karakter yang kuat) yang dimuat secara reguler di surat kabar atau majalah. Feature merupakan tulisan berdasarkan data dan fakta peristiwa aktual, namun meterinya diseleksi yang lebih menekankan segi human interest.Ada puluhan jenis feature dalam dunia jurnalistik. Mulai dari feature tentang manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, alam, sejarah, anthropologi, luar angkasa, mistis. Bahkan, sesuai dengan perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan, ada juga tema-tema dibidang sosial, politik, budaya, ekonomi, kesenian, pemerintahan, perdagangan dll.Dalam mengangkat bidang, sektor maupun komoditas menjadi sebuah feature, penulis akan menekankan segi manusianya, binatangnya, tumbuh-tumbuahnya atau alamnya. Bukan menekankan segi permasalahannya. Berikut contoh bagaimana sebuah feature ditulis. Misalnya ada kecelakaan pesawat terbang.
1. Stright newsnya adalah berita tentang kecelakaan tersebut.
2. Ada interpreted news dari maskapai penerbangan, pabrik pesawat, aparat perhubungan, dan pihak keluarga korban, mengenai kecelakaan tersebut.
3. Ada lagi artikel dari seorang pakar cuaca yang mengulas kecelakaan tersebut dari aspek buruknya cuaca pada saat peristiwa terjadi.
4. Feature yang bisa ditulis antara lain: Mengenai istri/anak pilot yang menjadi korban, Petugas SAR yang tanpa kenal lelah membantu mengumpulkan jasad para korban dll. Intinya menekankan segi human interest.
Tentang Esai
Kata kunci pada bentuk tulisan esai adalah adanya faktor analisis, interpretasi, dan refleksi. Karakter esai, umumnya non teknis, non sistematis, dengan karekter dari penulis (unsur subyektifitas) yang menonjol.
Apakah beda esai dengan artikel dan opini?
Beda esai dengan artikel dan opini adalah, esai lebih mengutamakan faktor analisis secara individual. Sementara artikel lebih mengutamakan analisis dengan bantuan teori atau disiplin ilmu tertentu. Pada bentuk tulisan opini, pendapat pribadi penulis (bukan analisis) lebih diutamakan.
Benarkah semua penulis artikel dan sastrawan mampu menulis esai?
Pertama-tama tidak semua wartawan dan sastrawan mampu menulis artikel dan feature. Kedua, tidak semua penulis artikel, feature dan sastrawan mampu menulis esai. Hanya sedikit wartawan dan sastrawan yang mampu menjadi penulis esai. Sebab bentuk tulisan ini termasuk yang paling sulit dikuasai. Namun penulis esai, hampir selalu bisa menulis artikel dan feature dengan cukup baik.
Mengapa esai merupakan bentuk tulisan yang paling sulit untuk dikuasai penulis?
Tingkat kesulitan esai, terutama disebabkan oleh karakternya yang non teknis dan non sistematis. Hingga kekuatan esai hanyalah tertumpu pada daya analisis, refleksi dan karakter pribadi si penulis. Karenanya, teknik menulis esai dari seseorang, akan sulit untuk dipelajari dan ditiru oleh penulis lain. Sementara teknik menulis artikel dan feature dari seorang penulis kenamaan, bisa dipelajari dan ditiru oleh penulis pemula.
Bagaimanakah persyaratan agar seseorang bisa menjadi penulis esai yang baik?
Seorang peulis esai, dituntut memiliki tingkat kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual di atas rata-rata. Seseorang yang cerdas secara intelektual, lebih cocok untuk menjadi penulis artikel. Mereka yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual dan emosional tinggi lebih pas menjadi penulis feature dan opini. Kalau kecerdasan intelektual dan emosional itu ditambah dengan kecerdasan spiritual dan pengetahuan serta wawasan luas, maka dia bisa menjadi penulis esai yang baik.
Bentuk tulisan manakah yang paling mungkin untuk ditulis oleh pihak luar (bukan wartawan atau oleh tim redaksi lainnya?
Yang selalu diisi oleh pihak luar adalah artikel, opini dan esai. Yang kadang-kadang juga masih bisa diisi oleh pihak luar adalah feature dan reportase. Namun bentuk tulisan Opini dan Esai lebih sulit dipelajari dibanding dengan artikel. Sementara feature juga lebih mudah dikerjakan oleh bukan wartawan dibanding dengan reportase. Karenanya, bentuk tulisan artikel dan feature paling mudah dan bermanfaat untuk dipelajari oleh kalangan bukan wartawan profesional.
Sumber : hand-out F. Rahardi/ penyair, wartawan penulis artikel di media massa nasional, instruktur pelatihan jurnalistik atau penulisan artikel. (diakses dari http://www.orangradio.com/2016/05/Perbedaan-News-NewsValue-Artikel-Esai-Feature.html )
jadi 9/10 'berita' yang ada di line today adalah bukan berita. melainkan terdiri dari banyak jenis tulisan. ada yang sebenarnya artikel dan ada yang berupa kolom/opini. kalau contoh jenis tulisan feature kalian bisa baca National Geographic, jenis tulisan di natgeo ini hampir semunya memakai bentuk tulisan feature. tapi bacanya yang natgeo indonesia ya.. kalo yang inggris pusing ntar.
karena masih penasaran 9/10 ini sebenarnya kategori apaan, jadi nyari lagi lah..
gue buka line today, gue cek satu-satu berita yang ditampilkan, gue bukain website-website nya, ada brilio, cewekbanget.id, vemale, dream.co.id, IDN times, dan lain sebagainya.. ternyata situs-situs ini punya satu kesamaan, entah apa itu gue masih belum ngerti dan bingung jelasinnya gimana, tapi gue jadi inget dulu di facebook sekitar tahun 2014 sempat heboh banget sama hipwee. disaat facebook penuh dengan berita-berita hoax tentang isu agama, artis, berantem antar users dan lain sebagainya. hipwee hadir memberikan konten baru di media. berkonsep sebagai 'sosial news site' berisi artikel-artikel yang dibagi ke beberapa kategori like travel, relationship, lifestyle, lalalala~ teruuus setelah hipwee viral dengan banyaknya user-user yang share entah itu di facebook atau twitter, mulailah banyak bermunculan situs-situs yang sejenis. entah itu di facebook, twitter, instagram, bahkan youtube, dan semuanya punya domain sendiri gitu loh, bukan yang base nya blog atau situs pribadi iseng-iseng. mungkin karena beli domain sekarang murah dan gampang juga sih. kerennya karyawannya banyak coy.
apa situs-situs gini cuma di Indonesia? pastinya enggak hahaha.. situs-situs seperti ini justru sudah ada juuwaauh lebih dulu di Amerika sana, contohnya lifehack.org, elite dialy, dan yang paling terkenal adalah BuzzFeed. taulah kalian pasti buzzfeed.
social news site yang menjamur ini hanya berfokus membuat dan menyajikan konten yang akan viral di internet. gimana caranya? orang yang buka internet kebanyakan sudah bosan dan cenderung menolak untuk membaca dan menikmati konten yang berat seperti politik, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain di kesehariannya (entah itu di tv atau dimanapun). mereka butuh pengalihan dan ya kembali ke basic, orang butuh sesuatu yang menghibur, yang ga berat, yang bisa dibaca tapi ga harus mikir, yang bisa ditonton tapi ga mikir, yang relate sama diri mereka.. maka hadirlaah si 'site' ini yang memberi bahan bacaan atau tontonan seputar hal-hal yang sebenarnya mengangkat topik yang biasa. yang cenderung ga penting.
(yang kalau menurut gue sih bahan untuk mengalihkan perhatian kita dari dunia nyata dan makin enjoy tenggelam ke dunia maya menjadi digital zombie)
ga jarang mereka juga kasih interpretative news, tapi sebenarnya harus diingat lagi. situs ini bukan situs berita yang benar-benar bisa jadi acuan. kalau mau berita yang benar ya silahkan cari wadah dan media pemberitaan yang sudah punya nama. karena ya mau bagaimanapun tetep aja beda. kayak gini misalnya lo nonton tv, ada dua pemberitaan tentang calon gubernur yang satu di acara gosip, yang satu lagi di acara berita beneran, pasti kerasa kan bedanya? beda perspektif dan beda apa yang dibahasnya.. you know what i mean?
entah kata 'berita' sudah mengalami pergeseran makna atau justru perluasan makna, gue ga tau. tapi yang jelas online content yang ada berseliweran di semua sosial media sekarang ini udah samar banget. gue bisa bilang semua orang bodoh kalau cuma percaya dan bisa asik sebar-sebar apapun hanya dari satu situs atau satu sumber tertentu tanpa research lagi dan compare sama sumber lain. jadi warganet yang baik dan cerdas di jaman sekarang itu agaknya sulit.
berita sampah yang gue maksudkan di atas sebetulnya ga beneran sampah ternyata. memang itu semuanya bertujuan untuk entertaining, menghibur, tapi sayangnya gue ga merasa terhibur dengan itu. dan gue ga bisa men-judge semuanya sampah, toh masih ada yang menikmati gitu. bukan bahan bacaan gue aja, balik lagi ke selera dan pilihan masing-masing sih ya
tapi suka sedih aja ada yang masih belum bisa bedakan mana berita yang harus di-share dan mana yang engga. masih banyak yang ga bisa bedakan mana opini dan mana yang berdasarkan data dan fakta. dan kenapa masih banyak aja gitu yang terima mentah-mentah dan termakan berita hoax. dipanasin sedikit langsung meledug argumen sana-sini, gampang banget dikomporin. bodohnya lagi, kenapa harus ada sih yang hobinya membual? kenapa harus bikin hoax-hoax gitu sih? hiiih!!
yaa gimana yaa.. karena sekarang balik ke bagaimana tujuan masing-masing oknum sih, ada yang benar-benar ingin memberikan informasi yang edukatif, ada juga yang cuma cari ketenaran dan dapet duit. tinggal gimana kita mau cerdas atau engga.
klasik, hidup itu pilihan coy..
udah ah.
see yaa..






