4.11.2017

berita melawan isi daring (news vs online content)

(Disclaimer : postingan ini opini. bukan berita)


gue ngerasa beberapa tahun ini gue ga percaya lagi sama semua berita yang ada di tv dan internet. parahnya di internet sih. karena sejak 7 tahun lalu emang jarang banget nonton tv, kecuali nonton film. anyway udah pada sadar lah ya kalau berita-berita hoax makin banyak kek kacang goreng.

udah jalan 4 bulan gue sign out from sosmed. selama 3 bulan kebelakang gue bener-bener 'apatis' sama semua kejadian yang diberitakan di media manapun, kecuali ada yang ngasih tau terus gue bener-bener cari sendiri beritanya. seperti kejadian demo angkot bandung kemarin. sisanya? ga ada. bahkan tanggal pilkada aja gue gatau, calonnya dan yang menang siapa aja dan ada di daerah mana aja, gue bener-bener gatau. parah sih ini jangan ditiru wkwk.

laluu.. awal bulan ini gue install line yang biasa lagi bukan yang lite yang selama ini gue pake. jadi sekarang gue bisa baca line today dan terpapar info sebar-sebaran di timeline. boom! sumpah baru sadar kalau semua yang ada di berita-berita itu kebanyakan sampah.

'lima cewe tercantik di dunia"
"tanda cowo ga suka sama kamu"
"manfaat menggosok hidung dengan sikat gigi"
"koleksi tas artis ini, ada yang seharga mobil!"
"artis x dan artis y bertengkar lagi"

kayaknya berita yang beneran berita kurang dari 1/10 total keseluruhan berita yang ada. dan gue bingung masih ada aja gitu yang baca, komen-komen, share, bahkan kasih rating komentar terbaik. deemm.. terus berita yang seperti ini bermanfaat apa di kehidupan coba?

karena gue kesel dengan artikel-artikel sampah cem gini, sebagai warganet (netizen) yang baik gue research lagi. apa ya bahasa bakunya. hm.. mencari informasi lebih dalam mengenai hal yang saya risaukan ini. weheew manthap!

setelah berpuluh-puluh tab yang gue buka hari ini, yang gue dapatkan adalaaaah..


gambar :  https://www.facebook.com/LINE.Indo/

banner ini ga sepenuhnya betul dan ga salah juga. kurang tepat aja mungkin kalau hanya pakai kata 'berita'. kenapa? coba kita belajar apa itu berita sebenarnya..


Apakah News (berita)?

News atau berita adalah bentuk tulisan non fiksi berdasarkan sebuah peristiwa faktual, yang lazim disebut sebagai stright news (berita lempang atau berita langsung). Namun, tidak semua peristiwa layak dilaporkan (diberitakan). Ada nilai berita (news values) yang menjadi parameter apakah sebuah peristiwa layak diberitakan atau tidak. Berikut parameter-parameter yang dijadikan ukuran kelayakan sebuah peristiwa dapat diberitakan atau tidak. 
1. Magnitude : Seberapa luas pengaruh suatu peristiwa bagi publik atau masyarakat luas. Misal, kenaikan harga BBM. 
2. Significance : Seberapa penting arti suatu peristiwa bagi publik. Misal, wabah penyakit. 
3. Actuality/Timeliness : Singkat aktualitas suatu peristiwa, baru saja terjadi. Misal, peristiwa semenit, sejam, atau maksimal sehari yang lalu. 
4. Proximity : Kedekatan secara geografis dan psikologi. Misal, banjir di Bandung menarik bagi warga Bandung 
.5. Prominence : Ketokohan, public figure. Artis cerai jadi berita, tetangga sebelah cerai dicuekin. 
6. Dampak (impact) : Semakna dengan nomor 1 dan 2. 
7. Konflik : Peristiwa ketegangan, perang, selalu menarik. 
8. Human Interest : Menyentuh perasaan kemanusiaan publik, misalnya perbudakan dan penganiayaan. 
9. Keanehan (Unusualness) : Hal yang unik, tidak lazim. 
10. BPM (Besar, Penting, dan Menarik) : Seberapa besar peristiwa berdampak, seberapa penting bagi masyarakat secara umum, dan apakah menarik perhatian publik 
.Perbedaaan Berbagai Bentuk Tulisan Dalam Media Massa 
Artikel dan News 
Pada umumnya masyarakat menyebut semua bentuk tulisan di media adalah artikel. Namun, ada beberapa perbedaan mendasar antara bentuk-bentuk tulisan yang biasa kita ditemui di media. Berikut pengertian mengenai artikel dan beberapa bentuk tulisan lain di media massa, seperti news, esai, feature, opini, dan lainnya, sehingga dapat dilihat perbedaannya. 
Artikel 
Dalam dunia jurnalistik, artikel adalah salah satu bentuk tulisan non fiksi, yaitu berdasarkan data dan fakta, serta diberi sedikit analisis dan pendapat oleh penulisnya. Biasanya, artikel hanya menyangkut satu pokok permasalahan, dengan sudut pandang hanya dari satu disiplin ilmu. Teknik yang digunakan umumnya deduktif – induktif atau sebaliknya. Artikel paling mudah ditulis dengan metode induksi atau deduksi. Dalam metode induksi, penulis berangkat dari sebuah contoh khusus, misalnya kasus korupsi untuk membuat kesimpulan yang bersifat umum tentang fenomena korupsi yang terjadi. Dalam metode deduksi, penulis menggunakan cara kebalikan dari induksi, yakni menggunakan sebuah gejala umum untuk membuat kesimpulan terhadap contoh khusus. Misalnya, amburadulnya pengaturan lalulintas di suatu tempat, lalu gejala umum tersebut digunakan untuk menyimpulkan bahwa kecelakaan lalulintas merupakan akibat dari amburadulnya pengaturan lalu lintas. 
Beda artikel dengan interpretative news. 
Interpretative news juga merupakan salah satu bentuk tulisan non fiksi yang diberi opini oleh penulisnya. Namun, jika sebuah artikel sudah bisa ditulis hanya dengan bahan data dan fakta, maka interpretative news harus berdasarkan peristiwa faktual. Artikel bisa ditulis oleh siapa saja, tapi interpretative news biasanya hanya ditulis oleh intern perusahaan media, seperti wartawan atau redaktur. 
Perbedaan artikel dengan opini dan kolom.  
Dalam dunia jurnalistik, opini dibedakan dengan artikel, karena dalam opini pendapat pribadi penulis lebih diutamakan. Sementara dalam artikel, pendapat pribadi penulis biasanya dikemukanan dalam bentuk analisis atau data dan fakta tandingan, yang berbeda dengan data dan fakta yang dijadikan bahan tulisan. Dengan adanya analisis serta data dan fakta tandingan itu, pembaca artikel diharapkan bisa mengambil kesimpulan sendiri. Kolom adalah ruang atau rubrik tetap yang diberikan kepada penulis dalam bentuk artikel, opini, esai atau tulisan lainnya. 
Beda artikel dengan esai 
Dalam dunia jurnalistik, esai merupakan bentuk tulisan yang paling sulit. Meskipun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) esai hanya disebut sebagai karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulisnya. KBBI memang mewakili pendapat umum masyarakat yang menganggap esai sama dengan artikel, opini dan kolom. Padahal esai merupakan artikel yang dalam menganalisis, si penulis mengambil angle dari beberapa disiplin ilmu, dengan subyektifitas yang khas dari penulisnya. Penulis esai yang baik, dituntut untuk memiliki minat serta pengetahuan yang luas, dengan kepribadian yang khas. 
Tentang Feature 
Feature dalam kamus-kamus bahasa Inggris diartikan sebagai tulisan khas (dengan karakter yang kuat) yang dimuat secara reguler di surat kabar atau majalah. Feature merupakan tulisan berdasarkan data dan fakta peristiwa aktual, namun meterinya diseleksi yang lebih menekankan segi human interest.Ada puluhan jenis feature dalam dunia jurnalistik. Mulai dari feature tentang manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, alam, sejarah, anthropologi, luar angkasa, mistis. Bahkan, sesuai dengan perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan, ada juga tema-tema dibidang sosial, politik, budaya, ekonomi, kesenian, pemerintahan, perdagangan dll.Dalam mengangkat bidang, sektor maupun komoditas menjadi sebuah feature, penulis akan menekankan segi manusianya, binatangnya, tumbuh-tumbuahnya atau alamnya. Bukan menekankan segi permasalahannya. Berikut contoh bagaimana sebuah feature ditulis. Misalnya ada kecelakaan pesawat terbang.  
1. Stright newsnya adalah berita tentang kecelakaan tersebut. 
2. Ada interpreted news dari maskapai penerbangan, pabrik pesawat, aparat perhubungan, dan pihak keluarga korban, mengenai kecelakaan tersebut. 
3. Ada lagi artikel dari seorang pakar cuaca yang mengulas kecelakaan tersebut dari aspek buruknya cuaca pada saat peristiwa terjadi.  
4. Feature yang bisa ditulis antara lain: Mengenai istri/anak pilot yang menjadi korban, Petugas SAR yang tanpa kenal lelah membantu mengumpulkan jasad para korban dll. Intinya menekankan segi human interest. 
Tentang Esai 
Kata kunci pada bentuk tulisan esai adalah adanya faktor analisis, interpretasi, dan refleksi. Karakter esai, umumnya non teknis, non sistematis, dengan karekter dari penulis (unsur subyektifitas) yang menonjol. 
 Apakah beda esai dengan artikel dan opini? 
Beda esai dengan artikel dan opini adalah, esai lebih mengutamakan faktor analisis secara individual. Sementara artikel lebih mengutamakan analisis dengan bantuan teori atau disiplin ilmu tertentu. Pada bentuk tulisan opini, pendapat pribadi penulis (bukan analisis) lebih diutamakan. 
Benarkah semua penulis artikel dan sastrawan mampu menulis esai? 
Pertama-tama tidak semua wartawan dan sastrawan mampu menulis artikel dan feature. Kedua, tidak semua penulis artikel, feature dan sastrawan mampu menulis esai. Hanya sedikit wartawan dan sastrawan yang mampu menjadi penulis esai. Sebab bentuk tulisan ini termasuk yang paling sulit dikuasai. Namun penulis esai, hampir selalu bisa menulis artikel dan feature dengan cukup baik. 
Mengapa esai merupakan bentuk tulisan yang paling sulit untuk dikuasai penulis? 
Tingkat kesulitan esai, terutama disebabkan oleh karakternya yang non teknis dan non sistematis. Hingga kekuatan esai hanyalah tertumpu pada daya analisis, refleksi dan karakter pribadi si penulis. Karenanya, teknik menulis esai dari seseorang, akan sulit untuk dipelajari dan ditiru oleh penulis lain. Sementara teknik menulis artikel dan feature dari seorang penulis kenamaan, bisa dipelajari dan ditiru oleh penulis pemula.
Bagaimanakah persyaratan agar seseorang bisa menjadi penulis esai yang baik? 
Seorang peulis esai, dituntut memiliki tingkat kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual di atas rata-rata. Seseorang yang cerdas secara intelektual, lebih cocok untuk menjadi penulis artikel. Mereka yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual dan emosional tinggi lebih pas menjadi penulis feature dan opini. Kalau kecerdasan intelektual dan emosional itu ditambah dengan kecerdasan spiritual dan pengetahuan serta wawasan luas, maka dia bisa menjadi penulis esai yang baik.  
Bentuk tulisan manakah yang paling mungkin untuk ditulis oleh pihak luar (bukan wartawan atau oleh tim redaksi lainnya? 
Yang selalu diisi oleh pihak luar adalah artikel, opini dan esai. Yang kadang-kadang juga masih bisa diisi oleh pihak luar adalah feature dan reportase. Namun bentuk tulisan Opini dan Esai lebih sulit dipelajari dibanding dengan artikel. Sementara feature juga lebih mudah dikerjakan oleh bukan wartawan dibanding dengan reportase. Karenanya, bentuk tulisan artikel dan feature paling mudah dan bermanfaat untuk dipelajari oleh kalangan bukan wartawan profesional.  
Sumber : hand-out F. Rahardi/ penyair, wartawan penulis artikel di media massa nasional, instruktur pelatihan jurnalistik atau penulisan artikel. (diakses dari http://www.orangradio.com/2016/05/Perbedaan-News-NewsValue-Artikel-Esai-Feature.html )



jadi 9/10 'berita' yang ada di line today adalah bukan berita. melainkan terdiri dari banyak jenis tulisan. ada yang sebenarnya artikel dan ada yang berupa kolom/opini. kalau contoh jenis tulisan feature kalian bisa baca National Geographic, jenis tulisan di natgeo ini hampir semunya memakai bentuk tulisan feature. tapi bacanya yang natgeo indonesia ya.. kalo yang inggris pusing ntar.

karena masih penasaran 9/10 ini sebenarnya kategori apaan, jadi nyari lagi lah..

gue buka line today, gue cek satu-satu berita yang ditampilkan, gue bukain website-website nya, ada brilio, cewekbanget.id, vemale, dream.co.id, IDN times, dan lain sebagainya.. ternyata situs-situs ini punya satu kesamaan, entah apa itu gue masih belum ngerti dan bingung jelasinnya gimana, tapi gue jadi inget dulu di facebook sekitar tahun 2014 sempat heboh banget sama hipwee. disaat facebook penuh dengan berita-berita hoax tentang isu agama, artis, berantem antar users dan lain sebagainya. hipwee hadir memberikan konten baru di media. berkonsep sebagai 'sosial news site' berisi artikel-artikel yang dibagi ke beberapa kategori like travel, relationship, lifestyle, lalalala~ teruuus setelah hipwee viral dengan banyaknya user-user yang share entah itu di facebook atau twitter, mulailah banyak bermunculan situs-situs yang sejenis. entah itu di facebook, twitter, instagram, bahkan youtube, dan semuanya punya domain sendiri gitu loh, bukan yang base nya blog atau situs pribadi iseng-iseng. mungkin karena beli domain sekarang murah dan gampang juga sih. kerennya karyawannya banyak coy.

apa situs-situs gini cuma di Indonesia? pastinya enggak hahaha.. situs-situs seperti ini justru sudah ada juuwaauh lebih dulu di Amerika sana, contohnya lifehack.org, elite dialy, dan yang paling terkenal adalah BuzzFeed. taulah kalian pasti buzzfeed.

social news site yang menjamur ini hanya berfokus membuat dan menyajikan konten yang akan viral di internet. gimana caranya? orang yang buka internet kebanyakan sudah bosan dan cenderung menolak untuk membaca dan menikmati konten yang berat seperti politik, sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain di kesehariannya (entah itu di tv atau dimanapun). mereka butuh pengalihan dan ya kembali ke basic, orang butuh sesuatu yang menghibur, yang ga berat, yang bisa dibaca tapi ga harus mikir, yang bisa ditonton tapi ga mikir, yang relate sama diri mereka.. maka hadirlaah si 'site' ini yang memberi bahan bacaan atau tontonan seputar hal-hal yang sebenarnya mengangkat topik yang biasa. yang cenderung ga penting.

(yang kalau menurut gue sih bahan untuk mengalihkan perhatian kita dari dunia nyata dan makin enjoy tenggelam ke dunia maya menjadi digital zombie)

ga jarang mereka juga kasih interpretative news, tapi sebenarnya harus diingat lagi. situs ini bukan situs berita yang benar-benar bisa jadi acuan. kalau mau berita yang benar ya silahkan cari wadah dan media pemberitaan yang sudah punya nama. karena ya mau bagaimanapun tetep aja beda. kayak gini misalnya lo nonton tv, ada dua pemberitaan tentang calon gubernur yang satu di acara gosip, yang satu lagi di acara berita beneran, pasti kerasa kan bedanya? beda perspektif dan beda apa yang dibahasnya.. you know what i mean?

entah kata 'berita' sudah mengalami pergeseran makna atau justru perluasan makna, gue ga tau. tapi yang jelas online content yang ada berseliweran di semua sosial media sekarang ini udah samar banget. gue bisa bilang semua orang bodoh kalau cuma percaya dan bisa asik sebar-sebar apapun hanya dari satu situs atau satu sumber tertentu tanpa research lagi dan compare sama sumber lain. jadi warganet yang baik dan cerdas di jaman sekarang itu agaknya sulit.

berita sampah yang gue maksudkan di atas sebetulnya ga beneran sampah ternyata. memang itu semuanya bertujuan untuk entertaining, menghibur, tapi sayangnya gue ga merasa terhibur dengan itu. dan gue ga bisa men-judge semuanya sampah, toh masih ada yang menikmati gitu. bukan bahan bacaan gue aja, balik lagi ke selera dan pilihan masing-masing sih ya

tapi suka sedih aja ada yang masih belum bisa bedakan mana berita yang harus di-share dan mana yang engga. masih banyak yang ga bisa bedakan mana opini dan mana yang berdasarkan data dan fakta. dan kenapa masih banyak aja gitu yang terima mentah-mentah dan termakan berita hoax. dipanasin sedikit langsung meledug argumen sana-sini, gampang banget dikomporin. bodohnya lagi, kenapa harus ada sih yang hobinya membual? kenapa harus bikin hoax-hoax gitu sih? hiiih!!

yaa gimana yaa.. karena sekarang balik ke bagaimana tujuan masing-masing oknum sih, ada yang benar-benar ingin memberikan informasi yang edukatif, ada juga yang cuma cari ketenaran dan dapet duit. tinggal gimana kita mau cerdas atau engga.

klasik, hidup itu pilihan coy..

udah ah.
see yaa..

4.10.2017

sampah bulan maret

baru sempat bikin posting lagi setelah minggu lalu berkutat dengan UTS, jadi.. hello april..

akhir bulan maret ini sebenarnya mengulang step satu dan dua dalam rangka menuju zero waste. masih sulit untuk benar-benar menjauhi sampah. seneng juga sih sampah perbulan yang gue hasilkan bulan maret ini lebih banyak dari tahap 'emptying' semua produk berkemasan plastik yang gue punya. dan lebih spesifik lagi klasifikasi sampah bulan maret ini. sedikit banyak juga sudah coba buat bikin produk sendiri seperti pasta gigi, conditioner, deodorant. mulai bawa keperluan makan dan minum sendiri setiap jalan-jalan. walaupun ada beberapa kesempatan lupa bawa tas belanja atau wadah sendiri. tapi jumlahnya sudah berkurang dari bulan sebelumnya..



section 1 adalah 4 kantong plastik,

section 2 adalah bath utencil, make up, botol parfum, dan keperluan cuci mencuci. ga begitu banyak soalnya gue bukan orang yang suka mek-ap-an.

section 3, cd yang bulan lalu gue keep untuk ditonton. setelah ditonton ga ada niat untuk disimpan,

section 4 ini isinya semua yang berbahan dasar kertas. bungkus paket internet, bungkus makanan dan botol minum, random paper, tisu, sedotan kertas, struk belanja-atm-tiket bis

section 5!! ini niih!! susah banget gue jauhi. bungkus jajanan dan es krim.. i'm a big fan of ice cream and any other sweet food. i'm a sweet tooth fairy :'(



yap. udah ini aja dulu. but hey bulan ini gue berhasil ga makan mi instant. which is a-ma-zing!!

dan gue mulai menambah zero-waste tools. seperti tas belanja, mason jar atau toples-toples lainnya, botol minum stainless steel (walaupun akhirnya gue kasih ke bokap, karena beliau mau, jadi gue balik lagi ke botol plastik wkwk yaudah nanti beli lagi lah), tempat makan yg aga aneh sih untuk jadi tempat makan hmm tapi ya terima aja. seenggaknya ga nyampah ye ga?

doakan semoga gue bisa kuat iman untuk ga jajan cemacem yg plastikan ya.. wkwk
see yaa!!

4.02.2017

pes·ca·tar·i·an


peskəˈterēən/  
noun. a person who does not eat meat but does eat fish.
Origin1990s: from Italian : pesce = ‘fish,’ on the pattern of vegetarian

Pescatarian adalah orang yang tidak mengkonsumsi daging tetapi tetap memakan ikan. Sebenarnya, pescatarian mirip dengan vegetarian, sama-sama tidak makan daging. Bedanya, pescatarian masih makan ikan dan semua jenis seafood.
sebenarnya ga hanya cuma seafood. pesca memang tidak memakan daging-dangingan hewan darat dan hewan berdarah panas (sapi, kerbau, ayam, bebek, dll), tapi ada beberapa yang membolehkan mengonsumsi turunannya, seperti susu, keju dan telur, walaupun memang ada yang benar-benar tidak mengonsumsi turunannya sama sekali seperti vegetarian dan vegan.
ada yang berpendapat kalau pescatarian bukan termasuk kategori vegetarian, tapi ada sebagian yang menganggap pesca termasuk vegetarian.
hmm.. kenapa bahas ini?
well, jadi begini.. saya sejak tahun 2010 melabel diri sebagai environmentalist  (a person who is concerned with or advocates the protection of the environment). selain karena tertarik dengan ilmu lingkungan, walaupun bukan yang ‘ahli’ dalam ilmu ini, saya ingin berkontribusi to create a sustainable environment. intinya saya ga mau jadi orang yang terlibat dalam perusakan bumi. itu saja.
start from 2010 saya coba untuk menolak menggunakan plastik ketika berbelanja, walaupun kadang suka diomelin orang rumah “kan lumayan plastiknya buat sampah” atau orang-orang sekitar “ga ribet apa? kan berat harus masuk tas?”.. dan lalala~ lainnya. tapi alhamdulillah masih berlangsung sampai sekarang, walaupun kadang ga bisa ditolak karena lupa bawa tas. tapi diusahakan untuk sebisa mungkin tanpa plastik.
pakai kendaraan umum atau sepeda. sedikit sulit kalau ini. walaupun saya termasuk orang yang menganut prinsip “kalau bisa jalan kaki, ngapain harus keluar ongkos”, agak sulit juga kalau kondisi sekitar ga mendukung. like trotoar yang naik turun, dipake pkl atau tukang parkir, atau dibeberapa daerah yang aksesnya mengharuskan pakai kendaraan bermotor atau pribadi. bahkan sekarang sarana menambah polusi makin gampang dan lumayan mempermudah kita sehari-hari a.k.a ojek online. ini juga sih yang masih sulit untuk dicegah bahkan untuk saya pribadi, walaupun sekarang banyak juga yang suka nyindir “hobi kamu jalan kaki ta?” yaa hahaha-in aja..
salah satu program environmentalism yang saya jalani di tahun 2015 adalah jadi vegetarian. 
saya pahami dan coba cari-cari info di internet tentang vegetarian, dan hasilnya mengecewakan bagi saya yang hobi makan. kayaknya saya ga akan sanggup untuk harus meninggalkan sate ponorogo, sate kambing, rawon, semur daging, sop daging, bebek bakar dan goreng, ikan, cumi, udang, ayam, susu, keju, like semua makanan enak-enak harus dilepas oleh seorang saya yang lahir dari keluarga gila makan dan hobinya makan-makan sampai mabok makan. ini sulit!!
(kan mulai jadi sok-ahli lingkungan dari 2010, kenapa ga coba jadi vegan dari 2010 juga? karena 2010 itu masih kelas 1 sma dan di asramaku pun makannya 5T tahu-tempe-toge-telor-terusterussan. ayam aja kalau biasanya kalian makan paha itu satu pentung, kalau di sekolahku dulu itu satu pentung bagi dua, begitupula bagian-bagian lainnya dan harus berbagi sama kakak dan adik kelas, kadang ada ceritanya yang ga kebagian jatah makan dan cuma dapet nasi, ya harus dengan lauk sendiri, entah masak mie, dimasak lagi jadi nasgor, atau dengan lauk kering seperti pilus atau abon dan kering tempe, atau harus ke warung bu toto buat beli ceplok telor or gorengan untuk jadi pendamping nasi. jadi sebenarnya ga ada masalah makanan yang berarti kalau selama sma.. yang bermasalah adalah ketika kuliah 2012, mulai mengenal makanan yang jauh lebih variatif, ya menikmati laah~)
tapi saya lihat ada satu kata yang unik, ya judul diatas. ternyata dari yang saya pelajari dari internet ternyata bisa jadi salah satu alternatif, besides saya memang pecinta seafood juga, setidaknya masih ada daging-dagingan yang dimakan, ga hanya sayur dan buah (yang sebenarnya saya sendiri ga suka dari kecil).
makin banyak browsing, makin tau banyak ilmu juga.. tentang gimana buruknya lemak berlebih dalam tubuh, kadar protein yang dibutuhkan tubuh itu berapa, dan pelbagai masalah kesehatan lainnya. terlebih saya punya riwayat kanker dari almarhum ibu. kalau saya ga jaga pola makan, ga menutup kemungkinan bibit kanker bisa tumbuh dan berkembang..
(in fact semua manusia pasti punya bibit kanker, tergantung gimana manusia menjaga tubuhnya sendiri, berhubung saya ada faktor genetik juga, jadi chance nya agak sedikit lebih besar, gituu..)
oia selain itu.. industri peternakaan sendiri berkontribusi setengah dari perusakan lingkungan yang terjadi di dunia




cukup memusingkan ya, berapa banyak air yang dibuang, berapa banyak obat yang harus disuntikkan ke hewan ternak, jadi tau juga kan? kenapa ayam di toko ayam besar (kfc, mcd, recheese, etc) dan toko ayam kecik (sabana, hisana, …fc lainnya) jarang sedia banyak bagian dada. impor cooy.. bahkan sekian bulan lalu sempat kisruh daging impor daging lokal.. hmm..
sebagai yang sok jadi ahli lingkungan ini melihat bahwa ternyata selama ini saya berkontribusi dalam perusakan lingkungan. jadi, semakin mantap lah niat untuk menjadi pescatarian, selain memang gabisa lepas sepenuhnya dari daging-dagingan (karena saya kurus sekali 50kg/170cm jadi tetap butuh asupan yang cukup), kondisi indonesia sebagai negara maritim juga ga akan mempersulit untuk cari seafood. karena yang susah adalah menahan hawa nafsu untuk berpaling dari daging dan ayam, apalagi kambing dan bebek -_-
2015 berjalan dan mulai runyam ketika ditahun ini harus mudik ke surabaya. semuanya stop. mana bisa nolak rawon, sate, bakso, dan lain sebagainya termasuk jajan-jajan santik bersama keluarga yang entah makan apa aja.. akhirnya kebablasan sampai sekarang deh hehehehe..
2017 ini setelah pelbagai permasalahan melanda (hadeuuh), akhirnya memutuskan untuk kembali lagi menjalani hidup sebagai sok-environmentalist..
ga begitu sulit karena sudah pernah dijalani toh.

3.15.2017

i quit from social media

6 TED Talks That Will Change the Way You Look at Your Phone 


coba buka link di judul di atas dan tonton satu-satu.. hehe
from all of those videos.. i learn about something. no. i learn about many things..
betapa selama ini hidup gue telah diambil alih oleh sosial media.i write all of my thoughts randomly maybe, but i hope you all understand what i really mean.gue dulu tinggal di asrama yang tidak diperbolehkan untuk membawa telpon selular, hanya laptop, itupun dengan internet terbatas. but, still i don’t have any laptop. karena bapak tidak membelikan dan aku juga merasa tidak begitu membutuhkan, lab komputer masih bisa dimanfaatkan dengan baik. toh jarak asrama dan lab.kom ga ada satu kilo meter.
ketika lulus, i don’t have any smartphone. masih nokia 6030, peninggalan jaman smp dulu. bermodalkan hp itu kehidupan sebenarnya biasa saja, tapi mulai bermasalah ketika semua orang berkomunikasi menggunakan line, aplikasi chating, dan semua informasi kuliah diberitakan lewat facebook.
dari sini, mulailah aga ketergantungan dengan teman-teman, harus bertanya info apa aja, ada tugas baru atau engga, atau apapun itu tentang kegiatan kampus.. akhirnya bermodalkan uang tunjangan hari raya yang ga seberapa, mulailah menabung, demi sebuah smartphone. karena mungkin orang tua juga kasihan dan melihat sepertinya perlu, maka ditomboklah uang tabungan dan belilah sebuah smartphone kecil yang sesuai budget. samsung galaxy pocket.
namanya aplikasi, ya ada ada yang baru, ada yang lebih seru, memori terbatas, mau ga mau dipaksa untuk upgrade, karena udah ga bisa digunakan lagi, lemot parah.bingung, mau beli lagi tapi ga ada pemasukan, akhirnya dengan asas kepepet, ikutlah lomba fotografi, alhamdulillah menang, lumayan buat nambah tabungan beli hp baru. ya seperti sebelumnya, ditombokin juga, hasil nabung, menang lomba, dan tuker tambah, dapatlah zenfone 4. 
walaupun harus diikhlaskan karena dicopet. tapi keberadaan smartphone sudah jadi essential. tinggal pergaulan juga diukur dengan seberapa aktif kita di dunia maya. lebih-lebih sekarang..
“si ini kemana ya ko ga masuk sih”
“kan lagi ke sana”
“ko lo tau?”
“dari insta story”

“si itu kenapa putus deh sama pacarnya?”
“hah? emang putus? gue aja gatau kalau dia pacaran”
“ah lo mah kudet, gue liat status-statusnya di line, terus suka ngelike yang galau galau gitu, di instagramnya juga udah dihapusin gitu foto-foto sama pacarnya”
see??
sebegitu mudahnya kehidupan kita diketahui orang lain lewat sosial media.
“iih kok like gue dikit sih.. sini-sini pinjem hp lo, biar nambah like gue, nanti gantian ya”
“eh kok lo belum follow gue sih.. parah.. gue unfoll lo juga ya.. hahaha”
kan??
betapa pertemanan di sosial media jadi pemicu sahit hati yang berujung pada truly-unfollowing each other. awalnya di sosmed, berlanjut ke real life
“ah dia mah sombong ga follow gue”
sebegitu mudahnya orang judging other people through social media, padahal ya hak orang kan untuk follow atau ga follow, ga ada urusannya sengan sombong atau ramah, toh dikehidupan nyata masih tegur sapa kok? masih baik-baik aja.terus, 
sekarang seberapa sering ngecek sosmed. gue sendiri aja panik kalau ada notif ga langsung gue buka
“takut penting”
padahal notif like dari instagram doang.kecemasan berlebih yang gue rasakan dari penggunaan sosmed ini. cemas ketika gue ga tau kegiatan temen-temen gue, cemas dan takut ketinggalan info terbaru yang akhirnya bela-belain scrolling timeline sampe batas terakhir lihat. cemas juga kalau harus jauh dari tempat yang ga ada jaringan internet. kemana-mana cari wifi, teathering, 
hasrat untuk bisa mengabadikan kejadian saat itu dan berharap seluruh teman dan semua orang (followers) kita tau akan apa yang kita lakukan.iri sama apa yang orang lain tampilkan di dunia maya, konsumtif, semua hal ingin debeli dan dimiliki demi ketenaran dan dianggap hits. orang jalan-jalan kesana, jadi mau. orang punya ini, pengen juga, orang makan syalala, ngiler mupeng..dan ketika semua itu ga bisa gue dapet, gue kesal, emosi, questioning, why i can’t be like them. semua yang gue punya kurang, semua yang gue lakukan ga pernah ada puasnya, semua harus seperti orang lain, bahkan gue harus bisa lebih dari orang lain..
lo harus tau seberapa besar effort gue membuat feed instagram gue aesthetic? seberapa sering gue harus compare sama akun-akun aesthetic lainnya? seberapa banyak akun yang gue follow sehingga gue bisa se-nyeni mereka? bahkan setiap jalan-jalan gue sibuk dengan kamera dan sebisa mungkin harus dapet foto bagus buat stock feed instagram..
agak sedikit menyiksa ketika hobi foto grafi dijadikan suatu hal yang harus dinilai dari komen dan like.
enough with all of it..
gue seharian buka dan melihat-lihat semua sosial media gue. mulai dari facebook, twitter, ask.fm, soundcloud, path, tumblr, line, instagram.. gue lihat dan cermati.. ternyata semuanya ga ada yang important and necessary in my life gitu.. walaupun ada keraguan untuk deactivate account, well akhirnya hanya dihapusi satu persatu status yang sekiranya ga penting.
ditambah niat gue berhijrah, gue ga mau apa yang gue posting memberatkan gue nanti diakhirat.. segala yang masih buka aurat atau gimana.. bahkan yang ga ada hubungannya sama agama dan alay-alay gue hapus.. ternyata malu juga gue pernah bikin status kek gini, atau foto-foto begitu..
akun-akun masih ada tapi beberapa gue hapus yang sekiranya ga begitu penting, like ask.fm, path, soundcloud, about.me..
dan toh gue masih hidup. ahahaha
makin kesini makin berpikir lagi, beberapa akun udah dihapus, sisanya tinggal twitter, fb dan instagram. hasrat untuk ngepo masih besar, dan status yang tertinggal juga cuma tentang awareness lingkungan hidup wwf dan greenpeace. tapi, gunanya ditinggalin status yang seperti itu buat apa? biar orang tau kalau gue dulu aktif sebagai enviromentalist? toh sekarang juga masih dengan segala kebiasaan gue, belanja tanpa plastik, naik angkutan unum or jalan kaki, matikan lampu dan listrik, ga bakar-bakar, ya kalau gue bisa lakukan dengan aksi nyata ngapain gue harus pencitraan?
well, akhirnya gue hapus semua status dan foto di fb, dan twitter pun deactivate. tinggal sisa insta dan tumblr. theen..gue mikir lagi, soweiso tumblr juga bisa kok dimasukin foto, kenapa harus pake insta segala kalau emang niat gue manyalurkan hobi dan sebagai portfolio gue?
sumpah insta itu banyak banget godaannya, yang ngepoin story lah, ikutan live story, dari satu akun aja bisa lihat kemana-mana lewat tag. belum explore. timeline. akun online shop. belum kalau lihat akun selebgram yang endorse barang lucu-lucu.. hfffttt -______-
fix. gue hapus juga instagram.
secara teori di video the minimalist, emang ga harus benar-benar meninggalkan semuanya, dan jadi ga update? ambil dan pilih secukupnya, apa yang dibutuhkan apa yang engga. toh Rasulullah ﷺ juga mengajarkan kita untuk hidup sederhana, ambil seperlunya, tinggalkan yang ga penting ambil yang bermanfaat. kan?
bahkan akhlak seperti itu sudah diterapkan dari kebiasaan kecil seperti makan secukupnya. tapi tetep aja gue harus ada momentum dulu biar bisa sadar dan memahami apa yang gue pelajari. 
line, gue juga merasa banyak  banget hal yang ga penting gue terima dari line today dan timeline. ada sih, tapi kan dari 100% isi timeline hanya 5% isinya yang bermanfaat, itupun kalau follow akun yang bermanfaat -_-, kalau isinya lelucon-lelucon ga jelas? bully orang lewat fisik? agama dijadiin bercandaan? walaupun kita tetep ketawa karena relate sama kehidupan sehari-hari tapi wasting time banget ga sih untuk lihat yang seperti itu? walaupun kita ga follow nih, tetep aja temen kita kan kalau ngelike dan ga di turn off notificationnya muncul-muncul juga di timeline, mana line today ga bisa di hide. ketimbang harus nge block orang-orang dan bikin tersinggung ya mending take over ke line-lite. emang resikonya ga bisa di line call, kan masih ada wa toh? ada no hp juga, kan itu fungsinya no hp, toh kalau emang urgent atau lagi emang kontakan sebelumnya kan InsyaAllah pasti bales, kan lagi aktif juga..
well.. sekarang emang lagi manfaatin banget site tumblr ini sih.. ih kok lo ansos sih li? hahaha.. emang dasarnya saya anaknya ansos.. semua orang punya hak kan , to do what they want to do and they believe is right?
kalau dengan plug off from social media is the only way to reduce dosa jariyah, kenapa ga dilakukan, lumayan toh?
selain itu gue juga mau mengurangi faktor apa aja yang harus gue pikirkan setiap harinya. less we have, less we have to think about.

3.14.2017

fenomena angkot bandung

mungkin postingan kali ini bakal panjang banget, tapi gapapa ya.. kan beropini. hari ini, hari ke empat semenjak adanya aksi demo yang kontroversial banget di Bandung. Demo supir angkot atas masalah pendapatan mereka yang berkurang akibat adanya angkutan berbasis online.

gue cerita pengalaman gue aja dulu tepat di hari itu. hari kamis pagi, gue niat mau ngerjain tugas akhir di TAHURA (Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda), buset jauh amat ngerjain sampe hutan? gue pengen merasakan suasana yang berbeda selain di kosan coy, bosen parah banget.. kan enak ya di taman hutan, dengar suara burung, sambil main ayunan, suasananya adem~ tenang~ da naik gojek juga cuma 5000. naik angkot juga sama sih, cuma harus jalan lagi dari batas akhir angkot ke gerbang utamanya, cuma 500 meter sih, tapi naik angkotnya pulangnya ajalah, berangkatnya naik gojek, malas jalan menanjak..

udah siap semua dengan masker dan jaket gunung andalan (takut hujan, payung hilang soalnya belum beli lagi, mumpung waterproof lumayan melindungi, seenggaknya bisa lari sampai tempat neduh, njut) eeeh.. ditungguin ga ada-ada, sampai duakali batas waktu nyari juga ga ada driver yang accept.. ih pada ga mau kali ya pake go-pay? atau pada ga mau ke tahura? ah perasaan ga sejauh ke sitinggil (cafe langganan di dago giri sana)? ah yasudahlah ke balkot aja, kan lumayan banyak pohon, walaupun banyak suara mobil-motor seliweran dan tetep weeh berpolusi, yang penting mau ngerjain ini cinTA di ruang terbuka. Maulah ini ada abang gojek satu nganterin gue ke balkot, baliknya gue mau nyoba jalan kaki di trotoar baru jadi.. semoga pas gue balik ga hujan aja sih.

ngeeng~ sampailah di balkot. dari jam 10 pagi, nulis-nulis-nulis.. eh udah jam 4 sore aja. mana laper pula, udah agak mendung juga, makan di ganyang enak nih keknya nasi goreng keju toping cumi dan udang goreng tepung saus manis pedas.. nnnyaam~   jalan nih ya gue, 2,5km deket laah.. abis makan di ganyang solat di salman. ih manthap sudaah..

sepanjang jalan gue seneng banget. sumpah namanya jalan raya itu kosong, ga rame kayak biasanya, macet paling di lampu merah tok, dan gue bertanya-tanya, kok yang jalan kaki lumayan rame ya? karena biasanya kalau gue jalan kaki jauh itu cuma gue doang di sepanjang trotoar yang lebar-lebar hadiah kang Emil buat warga bandung ini. ada apaan ya?

warung nasgor keju hilang!! gue kesel, karena udah bolak balik menyusuri gelap nyawang ga ketemu!! yasudah gue cari makanan lain. akhirnya gue menemukan gado-gado. okelah ini aja. bahkan sampai gue selesai makan pun, gue masih ga sadar kalau di hari ini ada demo besar-besaran sampai si abang gado-gado bilang

"neng pulang naik apa?"
"jalan kaki aja mas deket kok"
"oh.. kasihan nih yang jauh-jauh dari tadi pada ga bisa pulang"
"lhaa? kenapa mas?"
"kan demo angkot neng, demoin gojek gitu, jadi gojek juga pada gamau ambil orderan katanya"

ZONK!! kok gue merasa bodoh dan ansos-gila-parah-abizz ya? ada demo aja gue GATAU-SAMA-SEKALI. pantesan jalanan sepi dan trotoar rame ._.

setelah sampai kosan, akhirnya gue browsing.. engga sih gue tidur.

hari sabtu, gue diskusi sama ka ulya dan risa, sambil wisata heritage jalan kaki (lagi) dari braga sampai kalipah apo. nyoba eskrim sumber hidangan, naik menara masjid agung, makan lomie 61 kalipah apo. diskusi masalah kenyamanan thermal buat proposal tesis ka ulya, masalah wisata heritage bandung, bahas sejarah bandung, termasuk demo kemarin..

... saat ini terdapat 5.521 angkot dan 2.000 taksi dari sembilan perusahaan. Sekitar 50 persennya mesti berhenti beroperasi. Salah satunya karena menjamurnya moda transportasi berbasis online.

"50 persen tersebut tidak jalan karena situasi angkutan lagi tidak benar. Selain transportasi berbasis online, banyaknya motor dan kendaraan pribadi," ...

mudahnya ambil kredit motor, bertambahnya armada bus dan bus sekolah di bandung, para pemilik kendaraan pribadi dan rental mobil yang melihat kesempatan besar ini dan ikut terjun menjadi moda transportasi bersaing dengan angkot.. membuat penghasilan mereka turun hingga 70%.. permasalahan utamanya adalah mereka, para supir angkot ini, merasa dirugikan dengan adanya moda transportasi dengan sistem yang lebih anyar.

menurut permenhub nomor 32 tahun 2016, ojek dan taksi online yang tersebar saat ini termasuk dalam 'angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek' dimana keberadaan mereka sebenarnya tidak bisa dianggap resmi atau ilegal. karena mereka bahkan ga pakai plat nomor khusus angkutan umum, plat kuning dengan tulisan hitam, dan hanya di jakarta yang menggunakan atribut kantor, seperti jaket dan helm yang bertuliskan nama perusahaan (uber/grab/gojek), kalau taksi online pun ga akan ketahuan yang mana, karena mereka ga ada atribut khusus sebagai penanda mereka dibina oleh satu perusahaan angkutan. trayek pun ga ada aturannya, maksudnya ga ada rute khusus atau resmi untuk semua moda transportasi online ini. tapi kalau untuk masalah tarif memang sudah sesuai, ga boleh lebih murah dari angkutan yang resmi dan memang kenyataannya ga lebih murah juga sih, jatuhnya sama aja, bedanya hanya benar-benar antar-jemput pintu ke pintu.

secara ke legalan memang tidak memenuhi, pun dengan penetapan pajak untuk angkutan online ini masih menggantung. walaupun menurut salah satu driver mereka tetap membayar pajak atau tetap dapat potongan untuk diberikan pada perusahaan (uber/grab)tapi kalau secara asas dan tujuan di UU RI nomor 22 tahun 2009 BAB II pasal 2 dan 3, moda transportasi online memang hampir memenuhi semuanya. utamanya 'etika berlalu lintas dan budaya bangsa'..

agak pusing ya kalau udah bahas UU atau Peraturan Pemerintah lainnya.. oke lanjut aja dulu ke fakta yang terjadi di bandung kemarin yang menurut gue ini hal paling menakutkan kalau gue jadi salah satu orang yang ada di mobil ini



yang ga bisa gue ngerti adalah kenapa sih harus seanarkis ini? kenapa ga ditanya dulu? kenapa ga bisa secara baik-baik? dan kenapa giliran sudah hancur baru berhenti? kenapa harus menjadikan orang yang ga bersalah sebagai korban? kenapa mereka ga bisa berpikir jernih? kenapa mereka bisa sejahat ini?

ini keluarga yang ga bersalah, mereka hanya lewat dan berniat menjemput salah satu anggota keluarganya di kota lain. untungnya pak walikota langsung bertindak.


dan hasil pertemuan antara Dishub Jabar dan Dishub Kota Bandung, Polda Jabar serta Aliansi Moda Transportasi Umum Jabar, menurut tuturan Kabid Angkutan dan Terminal Dishub Kota Bandung, Yosep Heryansyah, bahwa ada dua poin kesepakatan.

Pertama, bakal menindak lanjuti tuntutan pembatalan atau pencabutan Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tentang penyelengaaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek khususnya yang mengatur operasional taksi online melalui surat resmi kepada Kementerian Perhubungan. 
Kedua, Aliansi Moda Transportasi Jabar akan membantu dan bekerjasama dalam memberikan informasi terkait penertiban angkutan umum ilegal dan akan ditindaklanjuti oleh aparat
 entahlah ini akan berujung pada pelarangan beroperasi atau diadakannya UU khusus yang mengatur keberadaan angkutan umum online ini, masih belum bisa ditebak.

tapi menurut gue, keberadaan ojek dan taksi online ini lebih karena masyarakat lebih merasakan banyak manfaatnya. yang gue rasakan sendiri aja deh ya.. ga hanya yang online-online tapi juga yang sudah dikelola pemerintah dengan baik (bus atau damri, yang ada di bandung aja deh)

1. gue tau pasti berapa banyak uang yang harus gue keluarkan. dengan jarak tempuh sekian, gue harus mengeluarkan duit sekian itu jelas. ga ada lagi tiba-tiba ditodong lagi atau di-klaksonin dari jauh karena menurut abangnya kurang tapi biasanya emang segitu. kan malu.. atau ga ada lagi tawar-menawar harga yang ga ramah kantong. pernah ga sih kalian ngerasa kalau sering banget dimanfaatkan karena kalian perantau terus dimahalin, atau diputer-puter biar kerasa jauh terus biasanya 10.000 jebreet aja jadi 20.000/30.000. atau memanfaatkan hal-hal lainnya, misalnya pulang malem udah ga ada angkutan lagi selain ojek/taksi/angkot itu, karena kita kelihatan butuh banget terus dimahalin.. semuanya udah paten, jelas, konkret, kalau dari tempat'a' ke tempat 'b' ya segitu. tet. mau malem kek, mau siang, mau rame atau sepi, mau dibawa muter-muter jawa barat dulu juga tetep aja segitu kita bakal bayarnya..

2. waktu. kerasa ga sih? seringnya kita was-was takut telat karena harus nunggu angkot ngetem? belum kalau ketemu temennya terus ngobrol ditengah jalan, atau tiba-tiba melipir ke pombensin tanpa sepik-sepik ijin ke penumpang.. taksi juga.. udah ketar-ketir karena macet, eh malah jalannya dilama-lamain atau diputer lewat jalan lain yang lebih jauh..

3. keamanan dan kenyamanan. sering banget sebelum ada ojek online, harus masuk jalan tikus biar ga usah pake helm dan ketauan polisi. atau sekalipun di jalan raya berasa di sirkuit moto gp, entah itu karena takut ketauan polisi karena ga pake helm, atau sekalipun pake helm emang dasar abangnya aja pengen kebut-kebutan. ugal-ugalan.. ga cuma ojek, angkot juga sama, selain dari faktor luar angkot, like pencopet dengan segala keahlian mereka, supirnya juga banyak banget yang ugal-ugalan, naik kapal legundi 24jam aja kerasa lebih tenang ketimbang ngangkot. naik angkot 2jam dari leuwi panjang ke kopo rasanya udah mabok kek naik pesawat ulang alik, gas-rem-gas-rem-gas-rem.. belum kalau abangnya emosinya labil, misalnya disalip sama angkot trayek lain atau bahkan yang trayeknya sama, penumpang yang ga salah apa-apa aja jadi kena dampratnya, entah si mobil berubah jadi CTR (yang mainan ps1 taulah pasti game ini wkwk) atau tiba-tiba ongkosnya naik (???) lha salah gua apa coy?!

dari tiga poin ini aja deh, jelas jelas gue lebih milih ojek online lah, mereka berlaku ga sopan atau ga sesuai kan gue tau kemana gue harus mengadukan mereka. lha angkot sama ojek? ngadu kesiapa?
damri bandung juga sekarang enak banget, cuma kurang menjamah seluruh bagian kota aja, karena masih ada angkot kan.. tapi kalau damri rutenya diperbanyak, gue yakin sih bakal banyak yang pilih damri. meskipun jauh deket harganya sama, rugi kalau deket, tapi gapapa yang penting jelas gitu, dari tiga poin diatas juga damri itu mau penuh atau ga penuh, sepuluh menit sekali pasti berangkat, masalahnya paling kalau macet aja..

satu lagi sih minusnya angkot. parkir-ngetem-naik turunin penumpang itu semena-mena, kaga peduli kendaraan di belakangnya atau di sekitarnya.. ga jarang angkot jadi biang masalah kemacetan..




(annoying sama suara reporter di video ke dua ga sih? wkwkwk) bener kan dari dua liputan diatas..
sebenarnya ga masalah dengan ojek konvensional selama kita selaku masyarakat mendapatkan apa yang sudah tertera di asas dan tujuan angkutan umum du UU no.22 tahun 2009. selama pelayanannya bagus, jaminan waktu, keamanan, kenyamanan, dan harga yang sesuai. toh selama ini juga ga semuanya ojek dan angkot ga baik kinerjanya, kadang gue nemu yang benar-benar jujur dan tulus sebagai angkot dan ojek, sayangnya jumlahnya sangat sedikit dan jarang ditemukan.. lebih banyak yang 'nakal' dan itu sudah jadi semacam stereotype untuk angkot dan ojek konvensional..

kalaupun ojek dan angkot konvensional merasa dirugikan, sebenarnya ojek dan taksi online ini juga bukan berarti ga ada masalah dan selalu diuntungkan.. banyak juga masalah dan hambatannya.. contohnya video ini


sekarang tinggal gimana masing-masing individu menanggapi masalah ini sih.. yang punya mobil dan motor pribadi, yang driver ojek atau taksi online, angkot-taksi-ojek konvensional, dan masyarakat.. semuanya harus bisa mawas diri, introspeksi.. dan sama-sama cari solusi dan berkontribusi demi terciptanya lingkungan yang harmoni.. eeaaa~

udah lebih baik jalan kaki atau naik sepedah.. ga pake polusi.. ramah lingkungan.. ramah tetangga~ sehat pula..

see you on the next post ;)